Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan Jawa Tengah. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan.
Informasi tinggi gelombang tersebut dikeluarkan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap melalui informasi tinggi gelombang Nomor B/ME.01.02/PDGT/20/CLP/VIII/2026.
Peringatan berlaku mulai 21 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 24 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam informasi tersebut, BMKG memprakirakan cuaca di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo umumnya cerah berawan. Namun, kondisi gelombang laut perlu menjadi perhatian karena ketinggiannya diperkirakan mencapai kategori tinggi.
"Pada perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, cuaca diprakirakan umumnya cerah berawan, Ketinggian gelombang laut perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter (kategori tinggi)," kata Prakirawan, Nurmaya dalam informasi tinggi gelombang yang dikutip detikJateng, Jumat (21/8/2026).
Angin di wilayah perairan tersebut secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8 hingga 25 knot.
BMKG juga memberikan sejumlah catatan keselamatan karena kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.
Untuk perahu nelayan, risiko keselamatan mulai perlu diperhatikan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Adapun untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Simak Video "Video: BMKG Catat 3.002 Kali Gempa Susulan di NTT"
(alg/afn)