Kebakaran lahan terjadi di Bukit Joko Tuwo, Desa Tawangrejo, dan di hutan Bukit Cinta, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Klaten. Api membakar semak belukar dan ranting kering di lokasi.
"Kejadian di bukit di bekas area tambang, tersentral di luasan ukuran ke selatan 150 meter x 50 meter. Di situs batu geo park Joko Tuwo di grumbul," kata Kades Tawangrejo, Susanta, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (25/ 7/2026) pagi.
Susanta mengatakan, kebakaran lahan itu terjadi malam tadi. Lokasi yang terbakar itu terpisah dari permukiman karena merupakan bekas tambang.
"Sempat dikhawatirkan (merembet) ke permukiman jika kena angin, karena di timur sekitar 25 meter ada rumah. Alhamdulillah dibantu BPBD, TNI, kelompok peduli api dan lainnya sampai malam padam," ujar Susanta.
"Dugaan penyebab, menurut keterangan warga ada orang ngarit (cari rumput) membakar sampah. Tapi di puncak," imbuh dia.
Supervisor Pusdalops BPBD Klaten, Indiarto menyatakan ada empat lokasi kebakaran hutan dan lahan di Klaten pada Jumat (24/7) kemarin.
"Kebakaran lahan di Desa Ngawonggo, Ceper, Troketon, Pedan, di Tawangrejo dan hutan di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat," kata Indiarto saat dihubungi detikJateng.
Menurut Indiarto, kebakaran lahan di Dusun 2 kawasan bukit cinta atau petak 98 hutan Desa Gunung Gajah terjadi sekitar pukul 21.15 WIB.
"Kejadian sekitar pukul 21.15 WIB, diketahui pertama kali oleh mahasiswa KKN yang lewat dan melihat api. Langsung dilaporkan ke warga dan diteruskan ke BPBD," ujar Indiarto.
"Untuk luasan sekitar 420 meter persegi, tidak ada korban jiwa atau luka. Sekitar pukul 22.30 WIB api bisa dipadamkan bersama BPBD ,TNI, Polri, relawan dan warga sekitar," sambungnya.
Warga sekitar Desa Tawangrejo, Triyatno, mengatakan informasinya semula ada orang mencari rumput yang kemudian membakar sampah di lokasi kejadian.
"Api menjalar ke bekas tebangan bambu, terus api membara. Posisi habis magrib, tapi tidak ada korban luka atau jiwa karena bisa dipadamkan, " kata dia.
Simak Video "CTARSA Gebrag Korban Kebakaran Kemayoran"
(dil/dil)