Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran. Ia menyatakan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka pada Selasa ini, maka Iran bakal diluluhlantakkan dalam waktu 4 jam.
Trump mengklaim Washington mempunyai rencana untuk menghancurkan jembatan serta pembangkit listrik Negeri Para Mullah.
Ia mengancam serangan besar-besaran itu akan terjadi pada Rabu (8/4) pukul 04.00 dini hari waktu setempat, atau empat jam setelah tenggat waktu yang dia tetapkan soal kesepakatan membuka Selat Hormuz sepenuhnya.
"Kami memiliki rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 tengah malam besok (7 April), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya penghancuran total - pada pukul 12 tengah malam," kata Trump dilansir Al Jazeera via detikNews, Selasa (7/4/2206).
"Dan itu akan terjadi dalam kurun waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," sambung dia.
Diketahui Trump awalnya mengancam pada 21 Maret untuk "menghancurkan" pembangkit listrik Iran, dimulai dengan yang terbesar di negara itu, "jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM."
Namun, dua hari berselang, presiden 79 tahun tersebut menuturkan "percakapan yang sangat baik dan produktif" tengah dilakukan dengan otoritas Iran. Ia lantas memutuskan menunda serangan selama lima hari.
Trump kemudian kembali menunda tenggat waktu tersebut, hingga berakhir Senin pukul 20.00 waktu setempat (00.00 GMT Selasa) mendatang.
Simak Video "Video Trump Beri Tenggat Waktu Iran Harus Nurut ke AS Selasa Malam Ini"
(apu/afn)