وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰ[gu[تٍ مّ]]َا كَانَ حُجَّتَهُمْ اِ[ik[لَّآ ا]]َ[ik[نْ ق]]َالُوا ائْتُوْا بِاٰ[iq[بَاۤىٕ]]ِ[ik[نَآ ا]]ِ[ik[نْ ك]]ُ[ik[نْت]]ُمْ صٰدِقِيْنَ
٢٥
Wa i©± tutl± ‘alaihim ±y±tun± bayyin±tim m± k±na ¥ujjatahum ill± an q±lu'tµ bi'±b±'in± in kuntum ¡±diq³n(a).
Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka, kecuali mengatakan, “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang benar.”
Tafsir Ayat
Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang sangat jelas pembuktiannya, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an atau tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini, tidak ada bantahan mereka terhadap ayat-ayat itu selain mengatakan, “Datangkanlah atau hidupkanlah kembali, wahai para pembaca ayat-ayat itu, nenek moyang kami yang sudah mati, jika kamu orang yang benar meyakini bahwa di akhirat nanti ada kebangkitan.”