Amalan Setelah Sholat Subuh Sesuai Tuntunan Rasulullah

Amalan Setelah Sholat Subuh Sesuai Tuntunan Rasulullah

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 23 Okt 2026 20:45 WIB
Ilustrasi dzikir
Ilustrasi dzikir. Foto: Freepik
Jakarta -

Waktu Subuh memiliki keutamaan luar biasa dan menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak amalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menunaikan ibadah wajib sholat Subuh dua rakaat, ternyata terdapat beberapa amalan yang dianjurkan bagi umat Islam setelahnya.

Amalan tersebut mencakup doa dan zikir pagi yang dituntunkan langsung oleh Rasulullah SAW semasa hidup beliau.

Berikut adalah amalan-amalan sunah setelah sholat Subuh sesuai anjuran Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zikir hingga Matahari Terbit

Menurut buku Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rasulullah karya Muhammad Hasan Yusuf, salah satu amalan setelah sholat Subuh adalah membiasakan duduk di tempat salat untuk berzikir hingga matahari terbit. Zikir pagi sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Dari Jabir, saat ditanya apakah sering menemani Rasulullah SAW duduk, ia menjawab, "Iya. Beliau biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat Subuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dahulu para sahabat biasa berbincang-bincang mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum saja." (HR. Muslim)

ADVERTISEMENT

Berikut adalah zikir-zikir yang dibaca Rasulullah SAW pada pagi hari:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَمَا بَعْدَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ فِي الْقَبْرِ

Arab-latin: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'udzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi a'udzu bika min 'azabin fin naar wa 'azabin fil qobri.

Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi, kerajaan milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan-ku,aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur." (HR. Muslim).

Dapat juga dengan bacaan zikir berikut:

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

Arab-latin: Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan-nusyur.

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)." (HR. Tirmidzi)

Adapun bacaan zikir lain sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ، أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ،وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Arab-latin: Allahumma inni ashbahtu, ushhiduka wa ushhidu hamalata 'arsyika, wa mala'ikataka wa jami'a khalqika, annaka antallahu la ilaha illa anta wahdaka la syarika laka, wa anna muhammadan 'abduka wa rasuluk.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku pada waktu pagi bersaksi kepada-Mu, malaikat yang memikul 'Arasy-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu." (HR. Abu Dawud).

Membaca Sayyidul Istighfar

Menukil buku Amalan-amalan Keseharian di Waktu Pagi dan Sore Hari karya Rokibullah dan Muhammadun, terdapat anjuran membaca Sayyidul Istighfar di waktu pagi agar termasuk dalam penghuni surga.

Imam Ahmad dan Imam Al Bukhari meriwayatkan, "Siapa orangnya yang membaca Sayyidul Istighfar di waktu pagi dengan maksud menjaganya, kemudian meninggal dunia di hari tersebut sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga, dan siapa orangnya yang membaca sayyidul istighfar di waktu malam dengan maksud menjaganya, kemudian meninggal dunia di hari tersebut sebelum waktu subuh, maka dirinya termasuk penghuni surga." (HR. Ahmad dan Bukhari)

Berikut adalah bacaan lengkap Sayyidul Istighfar:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدُكَ وَوَعْدُكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتَ أَبُوْءَ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab-latin: Allahumma Anya Robbi la ilaha illa Anta kholaqtani wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahduka wa wa'duka mas tatho'tu a'udzubika min syarri ma shona'tu abu'a laka bi ni'matika 'alayya wa abu'a bi dzanbi faghfirli fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta.

Artinya: "Wahai Allah engkau adalah Tuhanku tidak ada sesembahan yang patut diibadahi secara benar kecuali Engkau saja, Engkau telah menciptakan diriku, diriku adalah hamba-Mu, diriku senantiasa memegang janji-Mu (janji mengakui bahwa Allah sebagai Rabb) secara terus-menerus dan akan saya usahakan semaksimal mungkin. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keputusan jelek yang Enkau tentukan, saya akan kembali kepada-Mu membawa nikmat-Mu, sekaligus kembali dengan membawa dosaku. Maka dari itulah ampunilah diriku dikarenakan tidak seorang atau sesuatu pun yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali hanyalah Engkau saja." (HR. Ahmad dan Bukhari)

Membaca Doa Al-Matsurat

Mengutip buku Amalan Asmaul Husna, Doa Al-Ma'tsurat dan Shalawat Nariyah karya Khalifa Zain Nasrullah, setelah sholat Subuh disunahkan membaca al-matsurat atau zikir pagi dan petang. Zikir ini berisi kumpulan doa-doa yang diambil dari Al-Qur'an sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan diamalkan setiap hari pada pagi hari setelah sholat Subuh dan sore hari setelah sholat Magrib.



(lus/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads