Malaikat Tak Masuk Rumah yang Ada Patung, Apa Sebabnya?

Malaikat Tak Masuk Rumah yang Ada Patung, Apa Sebabnya?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Minggu, 04 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi patung
Ilustrasi patung. (Foto: Getty Images/iStockphoto/chaiyoot Wilipun)
Jakarta -

Ada rumah yang dihiasi patung atau gambar makhluk bernyawa. Namun, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa malaikat tidak masuk ke rumah yang terdapat patung atau gambar tersebut. Apa sebabnya?

Hadits tentang Malaikat Tidak Masuk Rumah yang Ada Patung

Larangan malaikat memasuki rumah yang terdapat patung dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Hadits ini tercantum dalam Mukhtasar Shahih Muslim karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat patung atau gambar." (HR Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa keberadaan patung atau gambar tertentu di dalam rumah dapat menghalangi malaikat rahmat untuk masuk. Larangan ini tidak berlaku bagi malaikat yang bertugas mencatat amal atau menjalankan tugas lain atas perintah Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Patung yang dimaksud adalah patung makhluk bernyawa, seperti manusia dan hewan. Adapun gambar dapat berupa lukisan atau foto yang menampilkan makhluk hidup.

Patung dan Berhala dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an juga memerintahkan umat Islam menjauhi berhala. Hal ini tercantum dalam Surah Al-Maidah ayat 90.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

Dalam Tafsir Tahlili dijelaskan bahwa masyarakat Arab sebelum Islam membuat patung dari batu dan bahan lainnya, kemudian memujanya. Mereka juga menyembelih hewan kurban lalu menyerahkannya kepada patung-patung tersebut.

Perbuatan itu dinilai sesat karena hanya Allah SWT yang patut disembah. Ayat tersebut menunjukkan bahwa patung dapat menjadi sarana penyekutuan Allah ketika diperlakukan sebagai sesuatu yang disembah.

Gambar dan Patung Makhluk Hidup yang Dipajang

Dalam Ensiklopedi Dakwah karya Muhammad Hasan Alu Syaikh dijelaskan berbagai kemungkaran yang umum terjadi, salah satunya menggantung gambar atau patung makhluk hidup di dinding maupun meletakkannya di atas meja. Hal ini tetap berlaku meski gambar tersebut merupakan gambar diri sendiri atau orang tua.

Artinya, gambar atau patung makhluk hidup yang sengaja dipajang di rumah perlu dihindari. Adapun gambar pada karpet atau bantal berbeda karena benda tersebut digunakan untuk duduk, berbaring, atau diinjak, bukan untuk dipajang.

Wallahu A'lam.



(inf/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads