Dalam ajaran Islam, kemunculan Imam Mahdi atau Al-Mahdi di akhir zaman disebut sebagai salah satu tanda-tanda kiamat. Imam Mahdi merupakan seorang khalifah dan imam yang mendapat petunjuk Allah (Al-A'immah Al-Mahdiyyin).
Kemunculan Imam Mahdi didahului oleh berbagai peristiwa yang menyebabkan ia diturunkan di hadapan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak ulasan mengenai Imam Mahdi, tanda kemunculan, dan perannya kelak di akhir zaman berikut ini.
Hadits tentang Kemunculan Imam Mahdi di Akhir Zaman
Dalam kitab An-Nihayah karangan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, terdapat beberapa hadits yang meriwayatkan berita-berita mengenai kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman.
Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan, seorang perawi menyebutkan, ia pernah mendengar Ali mengatakan sabda Rasulullah SAW:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدَّهْرِ إِلَّا يَوْمٌ لَبَعَثَ اللَّهُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ بَيْنِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا.
Artinya: "Kalaupun umur dunia ini tinggal satu hari lagi, Allah tetap akan membangkitkan seorang laki-laki dari kami, yang memenuhi dunia dengan keadilan, sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Imam Ahmad melanjutkan sabda Rasulullah SAW:
الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلُ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ.
Artinya: "Al-Mahdi dari kami, Alhul-bait. Allah membuatnya saleh dalam satu malam." (HR Tirmidzi)
Tanda Kemunculan Imam Mahdi
Rasulullah SAW pernah memberikan gambaran mengenai tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi. Disebutkan dalam buku Imam Mahdi karya Kamaluddin Nurdin, Imam Mahdi diutus ke bumi ketika terjadi runtutan kekacauan antarmanusia dan kerusakan di bumi.
Rasulullah SAW bersabda:
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيَّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافِ مِنْ النَّاسِ وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْما
Artinya: "Aku kabarkan berita gembira berkenaan kedatangan Imam Mahdi yang diutus Allah ke tengah umatku. Secara tepatnya, ketika terjadi banyak perselisihan antara manusia dan peristiwa gempa bumi, dia akan memenuhi bumi dengan menegakkan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya ia dipenuhi dengan penyalahgunaan kuasa dan kezaliman." (HR Ahmad)
Dalam riwayat hadits lain, kemunculan Imam Mahdi akan disertai dengan tiga peristiwa besar dan penting.
يَكُونُ اخْتِلَافُ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهُ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثُ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَة
Artinya: "Akan terjadi perselisihan selepas wafatnya seorang pemimpin. Maka keluarlah seorang lelaki daripada penduduk Madinah mencari perlindungan di Makkah. Lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang daripada penduduk Makkah. Lalu, mereka membaiat Imam Mahdi secara paksa. Dia dibaiat di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di hadapan Ka'bah). Kemudian, diutus sepasukan manusia daripada penduduk Syam. Maka, mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Makkah dan Madinah." (HR Abu Dawud)
Disebutkan pula dalam riwayat lain, apabila Allah SWT mengizinkan Imam Mahdi menang dalam berbagai peperangan yang ia pimpin, maka ia akan memimpin dunia berlandaskan akidah tauhid.
تَغْزُوْنَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُوْنَ الرُّوْمَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُوْنَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
Artinya: "Kalian perangi Semenanjung Arab dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian, kalian perangi Parsi (negara Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian, kalian perangi bangsa Romawi dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian, kalian perangi Dajjal dan Allah berikan kalian kemenangan." (HR Muslim)
Peran Imam Mahdi di Akhir Zaman
Kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman mengemban peran sebagai penegak keadilan bagi bumi dan umat manusia.
Dari Abu Ishaq, ia berkata, Ali pernah berkata kepada anaknya, Al-Hasan:
إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ كَمَا سَمَّاهُ النَّبِيُّ وَسَيَخْرُجُ مِنْ صُلْبِهِ رَجُلٌ يُسَمَّى بِاسْمِ نَبِيِّكُمْ يُشْبِهُهُ فِي الْخُلُقِ وَلَا يُشْبِهُهُ فِي الْخَلْقِ ثُمَّ ذَكَرَ قِصَّةً يَمْلأُ الْأَرْضَ عَدْلاً .
Artinya: "Sesungguhnya anakku ini pemimpin, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah, dan akan keluar dari tulang punggungnya seorang lelaki yang bernama seperti nama Nabi kamu sekalian. Laki-laki itu menyerupai Nabi dalam akhlaknya, sekalipun tidak menyerupai beliau dalam rupanya." (HR Abu Dawud)
Setelah itu, Ali menceritakan kisah bagaimana Imam Mahdi memenuhi bumi dengan keadilan.
Imam Mahdi muncul di hadapan umat manusia di akhir zaman membawa misi mengakhiri segala tindakan kezaliman, penyelewengan, dan kemungkaran yang merajalela. Ia menegakkan dan membersihkan kekacauan itu dengan berpedoman ajaran Al-Qur'an dan hadits.
Disebutkan pula bahwa Imam Mahdi akan menjadi hakim yang adil, jujur, dan memurnikan jiwa manusia. Ia datang untuk menabur kedamaian atas pertikaian, peperangan, dan konflik berkepanjangan.
Wallahu a'lam.
