Surat Ad Dhuha dan Pesan Mulia bagi Umat Manusia

Kristina - detikEdu
Senin, 27 Jun 2022 12:00 WIB
Ilustrasi pria muslim sedang membaca Al-Quran
Ilustrasi pria muslim sedang membaca Al-Qur'an surat Ad Dhuha. Foto: Getty Images/cihatatceken
Jakarta -

Surat Ad Dhuha adalah salah satu surat yang mengandung pesan mulia untuk umat manusia. Disebutkan dalam Tafsir Al Azhar, Allah SWT bersumpah atas dua ciptaan-Nya dalam surat ini, waktu dhuha dan waktu malam.

وَالضُّحٰىۙ ١ وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢

Artinya: "Demi waktu dhuha dan demi waktu malam apabila telah sunyi," (Ad Dhuha: 1-2).

Imam As-Suyuthi dalam buku Asbabun Nuzul menyebut, sebab turunnya ayat ini berkenaan dengan perkataan orang musyrik kepada Rasulullah SAW yang kala itu beliau SAW tengah sakit dan tidak bisa melaksanakan sholat malam. Hal ini merujuk pada sebuah riwayat Asy-Syaikhani dan lainnya.

Dari Jundub, ia berkata, "Nabi SAW mengeluh sakit sehingga tidak bisa melaksanakan sholat malam selama satu atau dua malam. Lantas datangnya seorang wanita dan berkata, 'Wahai Muhammad, aku lihat setanmu telah meninggalkanmu.' Allah pun menurunkan firman-Nya, 'Demi waktu dhuha dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.' (Ad Dhuha: 1-3)."

Sementara itu, Said bin Manshur dan al-Firyabi meriwayatkan dari Jundub, ia berkata, "Jibril terlambat datang kepada Nabi SAW, sehingga orang-orang musyrikin berkata, 'Dia telah meninggalkan Muhammad.'" Latas turunlah ayat tersebut.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, "Kisah terlambatnya turun Jibril disebabkan anak anjing adalah populer. Hanya saja jika ini menjadi sebab turunnya ayat maka merupakan suatu yang aneh, bahkan asing dan ditolak berdasarkan keterangan yang shahih."

Surat Ad Dhuha terdiri dari 11 ayat. Berikut bacaan selengkapnya:

Bacaan Surat Ad Dhuha

وَالضُّحٰىۙ ١

waḍ-ḍuḥā
1. Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢

wal-laili iżā sajādan
2. Demi malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣

mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā
3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlādan
4. Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥

wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā
5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ٦

a lam yajidka yatīman fa āwāBukankah
6. Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ٧

wa wajadaka ḍāllan fa hadādan
7. Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ٨

wa wajadaka 'ā`ilan fa agnādan
8. Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩

fa ammal-yatīma fa lā taq-har
9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ ١١

wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Selanjutnya isi kandungan surat AdDhuha>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia