Surah Al Lail Ayat 1-21 dan Kisah Pohon Kurma di Baliknya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Minggu, 21 Nov 2021 06:00 WIB
Infografis 7 Keutamaan membaca al quran
Ilustrasi membaca surat Al Lail ayat 1-21. (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Surat Al Lail terdiri dari 21 ayat dan tergolong dalam surat Makkiyah. Artinya dari ayat 1-21, seluruh ayat dari surat Al Lail diturunkan di kota Mekah. Surat ini termasuk dalam surat urutan ke-92 sesuai dengan susunan mushaf Al Quran.

Kata Al Lail mengandung arti malam. Nama Al Lail diambil dari permulaan ayat pertama pada surat ini. Pada umumnya, kandungan surat Al Lail berisikan balasan bagi orang-orang yang memberikan hartanya kepada orang lain dengan ikhlas dan semata-mata hanya karena Allah SWT.

Adapun bacaan lengkap surat Al Lail ayat 1-21 beserta artinya dapat disimak pada penjelasan berikut ini,

Surat Al Lail Ayat 1-21 Lengkap dengan Latin beserta Artinya

1. وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ

Bacaan latin: wal-laili iżā yagsyā
Artinya: "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),"

2. وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

Bacaan latin: wan-nahāri iżā tajallā
Artinya: "dan siang apabila terang benderang,"

3. وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ

Bacaan latin: wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā
Artinya: "dan penciptaan laki-laki dan perempuan,"

4. إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

Bacaan latin: inna sa'yakum lasyattā
Artinya: "sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda."

5. فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ

Bacaan latin: fa ammā man a'ṭā wattaqā
Artinya: "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,"

6. وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ

Bacaan latin: wa ṣaddaqa bil-ḥusnā
Artinya: "dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),"

7. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ

Bacaan latin: fa sanuyassiruhụ lil-yusrā
Artinya: "maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah."

8. وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

Bacaan latin: wa ammā mam bakhila wastagnā
Artinya: "Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,"

9. وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ

Bacaan latin: wa każżaba bil-ḥusnā
Artinya: "serta mendustakan pahala terbaik,"

10. فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ

Bacaan latin: fa sanuyassiruhụ lil-'usrā
Artinya: "maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar."

11. وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ

Bacaan latin: wa mā yugnī 'an-hu māluhū iżā taraddā
Artinya: "Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa."

12. إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

Bacaan latin: inna 'alainā lal-hudā
Artinya: "Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,"

13. وَإِنَّ لَنَا لَلْءَاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ

Bacaan latin: wa inna lanā lal-ākhirata wal-ụlā
Artinya: "dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia."

14. فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ

Bacaan latin: fa anżartukum nāran talaẓẓā
Artinya: "Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala."

15. لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى

Bacaan latin: lā yaṣlāhā illal-asyqā
Artinya: "Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,"

16. ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Bacaan latin: allażī każżaba wa tawallā
Artinya: "yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)."

17. وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

Bacaan latin: wa sayujannabuhal-atqā
Artinya: "Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,"

18. ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ

Bacaan latin: allażī yu`tī mālahụ yatazakkā
Artinya: "yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,"

19. وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ

Bacaan latin: wa mā li`aḥadin 'indahụ min ni'matin tujzā
Artinya: "padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,"

20. إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ

Bacaan latin: illabtigā`a waj-hi rabbihil-a'lā
Artinya: "tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi."

21. وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

Bacaan latin: wa lasaufa yarḍā
Artinya: "Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan."

Lantas, seperti apa kisah di balik turunnya surat Al Lail ayat 1-21 ini?

Mengutip buku Asbabun Nuzul; Sebab Turunnya Ayat Al-Quran karya Jalaluddin As-Suyuthi, dari Ibnu Abi Hatim dan lainnya meriwayatkan dari al Hakam bin Aban dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa ada seorang laki-laki kaya yang memiliki pohon kurma. Dahan dari pohon kurma tersebut menjulur ke pekarangan rumah seorang laki-laki fakir yang memiliki banyak anak.

Setiap kali ia hendak memetik kurma, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Setiap kali ada kurma yang jatuh ke rumah orang fakir tersebut, kurma itu selalu diambilnya. Bahkan, kurma yang sudah masuk mulut anak orang fakir itu dipaksannya untuk dikeluarkan.

Orang fakir tersebut kemudian mengadu pada Rasulullah SAW. Hingga suatu hari, Rasulullah SAW menemui si pemilik kurma dan berkata, "Berikanlah kepada saya pohon kurmamu yang dahannya menjulur ke rumah si Fulan dan sebagai imbalannya engkau akan mendapat pohon di surga,"

Ucapan Rasulullah itu tidak diindahkan oleh si pemilik kurma. Tetapi, ada seorang laki-laki yang mendengar percakapan mereka barusan dan menemui si pemilik kurma. Ia berniat untuk membeli pohon kurma tersebut demi mendapat imbalan pohon surga seperti sabda Rasulullah SAW.

Setelah berhasil membeli sebatang kurma dengan empat puluh batang kurma, lelaki itu menemui Rasulullah SAW dan memberikan batang kurma itu kepadanya. Selanjutnya, Rasulullah SAW pun mendatangi rumah si lelaki fakir tadi dan berkata, "Pohon ini sekarang menjadi milikmu dan keluargamu,"

Allah SWT lalu menurunkan ayat, "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)..." hingga keseluruhan surat Al Lail ayat 1-21.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia