Hukum Membaca Surat Al Fatihah dalam Sholat

Kristina - detikEdu
Minggu, 14 Nov 2021 16:59 WIB
Suasana Sholat Tarawih di Masjidil Haram 2021
Foto: (AFP)
Jakarta -

Surat Al Fatihah adalah surat pertama dalam urutan mushaf Al Quran. Surat ini menjadi bacaan dalam setiap rakaat sholat.

Surat yang juga disebut Ummul Quran ini termasuk dalam golongan surat yang diperselisihkan antara Makkiyah atau Madaniyah. Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu Al-A'liyah mengatakan bahwa Surat Al Fatihah diturunkan di Mekkah dan termasuk surat Makkiyah.

Sedangkan Abu Hurairah, Mujahid, Atha' bin Abi Rabah, dan lainnya mengatakan bahwa surat Al Fatihah diturunkan di Madinah dan tergolong surat Madaniyah, berdasarkan hadits riwayat At-Thabrani.

Dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW mengatakan bahwa surat Al Fatihah merupakan surat paling agung dalam Al Quran. Kedudukan surat Al Fatihah sebagai surat paling agung ini juga telah disebutkan dalam surat Al Hijr ayat 87.

وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ - ٨٧

Artinya: "Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung." (QS. Al Hijr: 87)

Hukum Membaca Surat Al Fatihah

Jumhur ulama mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa membaca surat Al Fatihah termasuk rukun sholat. Adapun, sholat yang dilakukan tanpa membaca surat Al Fatihah maka dianggap tidak sah.

Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit RA yang artinya, "Tidak sah sholat kecuali dengan membaca ummil-quran (surat Al Fatihah)" (HR. Bukhari dan Muslim)

Riwayat tersebut senada dengan hadits Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Rasulullah SAW bersabda:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Artinya: "Tidak sah sholatnya orang yang tanpa membaca Surat Al-Fatihah."

Muhammad Na'im Muhammad Hani Sa'i dalam buku Mausu'ah Masa 'Il Al-Jumhur Fi Al-Fiqh Al-Islamiy yang diterjemahkan oleh Matsuri Irham dan Asmul Taman menjelaskan, bacaan surat Al Fatihah yang menjadi rukun sholat tersebut tidak dapat digantikan dengan bacaan Al Quran lain.

Dalam hal ini, Imam Syafi'i mengatakan, seseorang yang meninggalkan bacaan surat Al Fatihah https://www.detik.com/tag/surat-al-fatihah padahal dia mampu membaca surat tersebut, maka sholatnya menjadi tidak sah. Akan tetapi, jika orang tidak membaca ayat lain selain surat Al Fatihah maka hukumnya makruh.

"Hukum meninggalkan bacaan surat Al Fatihah baik sengaja maupun tidak adalah sama; yaitu bahwa suatu rakaat sholat tidak sah tanpa bacaan surat Al Fatihah atau dengan sesuatu (ayat Al Quran) yang menyertainya. Kecuali apa yang disebutkan mengenai makmum-insya Allah ta'ala- serta orang yang tidak mampu membacanya," demikian pendapat Imam Syafi'i dalam Kitab Al Umm.

Merujuk pada pendapat di atas, membaca surat Al Fatihah dalam sholat hukumnya adalah wajib. Sebagaimana hukum rukun sholat lainnya. Wallahu A'lam.



Simak Video "Innalillahi, Ustazah di Tebet Meninggal Saat Baca Al-Quran"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia