Surat At Takwir tentang Apa? Ini Arab, Latin, dan Terjemahannya

Tim detikcom - detikEdu
Rabu, 31 Mar 2021 18:52 WIB
al Quran on a recal in a mosque
Foto: Getty Images/iStockphoto/Muhammad Fadli
Jakarta - Surat At-Takwir terdiri dari 29 ayat. At-Takwir artinya digulung yang diambil dari ayat pertama.

Ayat-ayat surat At Takwir disepakati turun keseluruhannya sebelum Nabi berhijrah ke Madinah dan oleh karena itu disebut surat Makkiyyah.

Surat ini merupakan surat ke-7 yang diterima Nabi Muhammad SAW. Surat ini turun sesudah turunnya surat Al-Fatihah dan sebelum surah Al-A'la.

Dikutip dari buku Tafsir Al Mishbah karya Quraish Shihab disebutkan, dalam Sunan At-Tirmidzi dan Ahmad melalui sahabat Nabi saw., Ibn 'Umar ra., ditemukan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang ingin melihat hari Kiamat bagaikan melihatnya dengan pandangan mata kepala, maka hendaklah dia membaca Idza Asy-Syamsu Kuwwirat, dan Idzaas-Sama'Infatharat dan Idza as-Sama' Insyaqqat.

Tujuan utama surat ini, sebagaimana terbaca dari ayat-ayatnya dan dari sabda Nabi di atas adalah uraian tentang hari Kiamat dan balasan yang akan diterima masing-masing orang.

Al-Biqa'i menulis bahwa tujuan utama surat ini adalah ancaman keras atas siksa yang bakal terjadi di hari Kiamat atau hari tiba makhluk di tempat tujuan terakhir.

Ancaman itu ditujukan kepada siapa pun yang mengingkari kebenaran Al Quran yang merupakan peringatan, dan yang tertulis di lembaran-lembaran yang dimuliakan, ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis, utusan serta duta Allah.

Ia disampaikan oleh utusan yang mulia yakni malaikat Jibril yang mempunyai kekuatan, kedudukan tinggi di sisi Allah Pemilik Arsy, yang ditaati di alam malaikat, dan dipercaya.

Nama At-Takwir (penggulungan matahari) merupakan petunjuk yang jelas tentang tujuan utama itu, bagi yang memperhatikan kandungan ayat-ayatnya yang menjelaskan tentang balasan sekaligus keagungan Al Quran.

Berikut Surat At Takwir, Arab, Latin, dan Artinya dilansir situs Kemenag:

اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ - ١

Izash shamsu kuwwirat

Apabila matahari digulung,

وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ - ٢

Wa izan nujuumun kadarat

dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ - ٣

Wa izal 'ishaaru 'uttilat

dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ - ٤

Wa izal wuhuushu hushirat


dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ - ٥

Wa izal bihaaru sujjirat


dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ - ٦

Wa izan nufuusu zuwwijat

dan apabila lautan dipanaskan,

وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ - ٧

Wa izal maw'uudatu su'ilat

dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ - ٨

Bi ayyi zambin qutilat

dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ - ٩

Wa izas suhufu nushirat


karena dosa apa dia dibunuh?

وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ - ١٠

Wa izas samaaa'u kushitat


Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,

وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ - ١١

Wa izal jahiimu su'-'irat

dan apabila langit dilenyapkan,

وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ - ١٢

Wa izal jannatu uzlifat

dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ - ١٣

'Alimat nafsum maaa ahdarat

dan apabila surga didekatkan,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ - ١٤

Falaaa uqsimu bil khunnas

setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ - ١٥

Al jawaaril kunnas

Aku bersumpah demi bintang-bintang,

الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ - ١٦

Wallaili izaa 'as'as


yang beredar dan terbenam,

وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ - ١٧

Wassubhi izaa tanaffas

demi malam apabila telah larut,


وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ - ١٨

Innahuu laqawlu rasuulin kariim

dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,

اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ - ١٩

Zii quwwatin 'inda zil 'arshi makiin

sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ - ٢٠


Mutaa'in samma amiin

yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki 'Arsy,

مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ - ٢١

Wa maa saahibukum bimajnuun


yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ - ٢٢

Wa laqad ra aahu bilufuqil mubiin


Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ - ٢٣

Wa maa huwa 'alal ghaibi bidaniin

Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ - ٢٤

Wa maa huwa biqawli shaitaanir rajiim


Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ - ٢٥

Fa ayna tazhabuun


Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ - ٢٦

In huwa illaa zikrul lil'aalamiin

maka ke manakah kamu akan pergi?

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ - ٢٧

Liman shaaa'a minkum ai yastaqiim


(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,

لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ - ٢٨

Wa maa tashaaa'uuna illaaa ai yashaaa 'al laahu Rabbul 'Aalamiin


(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ - ٢٩

Liman shaaa'a minkum ai yastaqiim

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.

Surat At-Takwir (penggulungan matahari) juga merupakan petunjuk yang jelas tentang tujuan utama tentang hari kiamat. Tujuan itu bagi yang memperhatikan kandungan ayat-ayatnya yang menjelaskan tentang balasan sekaligus keagungan Al Quran.



Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia