Pembalap Trackhouse Aprilia Racing, Ai Ogura, mengakui menjadi pebalap paling lambat di timnya dalam persaingan MotoGP Mandalika 2026. Ogura mengungkapkan ia kesulitan memaksimalkan kecepatan motor, terutama saat menempuh tikungan sempit di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ogura sendiri pada Tissot Sprint Race Mandalika 2026 berhasil finish kedua setelah melewati 13 laps.
Pengakuan tersebut disampaikan Ogura saat mengevaluasi performanya setelah menjalani sesi Tissot Sprint Race MotoGP Mandalika 2026. Menurutnya, pembalap Trackhouse Aprilia Racing lain mampu tampil kompetitif di berbagai bagian lintasan, sementara dirinya masih memiliki kelemahan di sektor tikungan ketat.
"Untuk saat ini saya adalah pembalap Aprilia yang paling lambat. Saya sejalan dengan yang lain di tikungan cepat, tetapi di tikungan ketat mereka bekerja jauh lebih baik daripada saya," kata Ogura kepada awak media dalam wawancara seusai Sprint Race MotoGP Mandalika 2026 di Media Center Dorna, Sabtu (10/10/2026).
Perbedaan performa tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Ogura belum mampu menyamai kecepatan pembalap Trackhouse Aprilia Racing lain. Ogura merasa masih cukup kompetitif ketika melewati tikungan cepat, tetapi kehilangan keunggulan saat menghadapi tikungan yang lebih sempit.
"Jadi, pada dasarnya semua pembalap Aprilia lainnya cepat dan kuat di mana-mana, tetapi saya tidak begitu kuat di tikungan ketat. Saya pikir itu adalah perbedaan antara mereka dan saya, jadi saya tidak tahu mengapa mereka begitu kompetitif," kata Ogura.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Ogura untuk meningkatkan performanya di Sirkuit Mandalika. Ia perlu menemukan cara agar motor yang dikendarainya bisa bekerja lebih optimal, khususnya di sektor yang selama ini menjadi kelemahannya.
Selain membahas performa motor, Ogura juga menyoroti pentingnya start dalam menentukan hasil Sprint Race MotoGP Mandalika 2026. Menurutnya, posisi dan momentum sejak lampu start padam sangat menentukan jalannya balapan jarak pendek tersebut.
"Ini hampir sepenuhnya tentang start, jadi itu sangat penting," ungkap Ogura.
Bicara Insiden Sprint Race
Ogura juga memberikan pandangannya mengenai insiden di tikungan pertama yang melibatkan Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi pada awal Sprint Race. Ia mengaku tidak melihat secara langsung bagaimana kecelakaan tersebut terjadi karena pandangannya terbatas ketika para pembalap melebar di tikungan.
"Apa yang saya lihat adalah semua orang melebar dan saya bahkan tidak bisa melihat kecelakaan Raul atau semacamnya. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa mengalami kecelakaan," ujar Ogura.
Ogura mengatakan dirinya tetap mempertahankan jalur balap ketika sejumlah pembalap melebar. Situasi itu membuatnya secara otomatis mendapatkan keuntungan posisi. Ia baru melihat bendera kuning di tikungan pertama pada putaran berikutnya.
"Tetapi yang saya lihat, semua orang melebar dan saya mempertahankan jalur saya, lalu saya secara otomatis naik posisi. Dan satu putaran setelahnya, saya melihat bendera kuning di tikungan pertama," imbuh Ogura.
Ogura berbicara soal situasi jika putaran balapan ditambah. Ia menilai tambahan putaran belum tentu mengubah hasil secara signifikan. Menurutnya, para pembalap kemungkinan akan menyesuaikan cara berkendara jika balapan berlangsung lebih panjang.
"Saya tidak berpikir begitu. Dengan beberapa putaran lagi, saya pikir semua orang akan berkendara dengan cara yang berbeda lagi," tuturnya.
Ogura juga menyinggung persoalan tekanan ban yang menjadi perhatian dalam balapan. Ia mengaku tidak menerima peringatan terkait tekanan ban pada motornya. Namun, ia menduga Jorge Martin mengalami persoalan tersebut.
"Tidak, tidak untuk saya. Sepertinya untuk Jorge, ya, dia pasti mengalaminya," terang Ogura.
Simak Video "Video: Dunia Tertuju ke Lombok! Indonesia Siap Sukseskan MotoGP Mandalika 2026"
(hsa/hsa)