Sebanyak 700 ribu hektare lahan mangrove di Indonesia rusak. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, meminta semua pihak melakukan pertobatan ekologis.
Jumhur menyebut, Indonesia memiliki 3,4 juta hektare hutan mangrove. Sebanyak 700 ribu hektare mengalami kerusakan.
"30 % hutan mangrove kami yang rusak itu kira-kira dari 3,4 juta itu sekitar 700 ribu hektare seluruh Indonesia itu terjadi kerusakan akibat berbagai hal," kata Jumhur seusai melakukan penanaman mangrove di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/7/2026).
Dari kondisi ini, diperlukan gerakan pemulihan lingkungan secara nasional, salah satunya dengan menanam mangrove. Gerakan ini, Jumhur menyebutnya dengan istilah pertobatan ekologis.
"Gerakan pemulihan lingkungan secara nasional yang sering disebut pertobatan ekologis. Termasuk dengan gerakan penanaman mangrove," ucap Jumhur.
Pemulihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Melainkan diperlukan keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan Indonesia bisa hijau kembali.
"Gerakan untuk menanam mangrove ini sudah termasuk gerakan nasional, semua pihak, semua organisasi, bisnis maupun nonbisnis semuanya memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki alam kita salah satunya melalui penanaman mangrove," ucap Jumhur.
Menurut Jumhur, tanaman mangrove memiliki daya serap emisi karbon 5 kali lebih tinggi daripada mohon bisa. Selain itu, tanaman ini nantinya bisa berdampak terhadap makhluk laut dan ekonomi masyarakat.
"Perlu diketahui bahwa daya serap emisi karbon sekitar 4 sampai 5 kali dari pohon biasa. Jadi betul-betul memang sangat diperlukan, itu bisa menjadi tempat ikan, kerang, dan juga bisa menjadi ekowisata. Banyak sekali kegiatan ekonomi yang bisa dihasilkan," kata Jumhur.
Simak Video "Video Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, KSPSI: Jangan Tinggalkan Idealisme Buruh"
(nor/nor)