Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Senin (29/6/2026) dan masih berlanjut hingga Selasa (30/6/2026).
Pantauan detikBali pada Selasa pagi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 01 Larantuka. Panjangnya antrean terjadi sejak pagi hingga menjelang siang.
Salah seorang warga Larantuka, Roni, mengaku telah mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Namun, sehari sebelumnya ia tidak kebagian karena stok telah habis.
"Datang jam 10.00 Wita, tapi kemarin saya tidak dapat lagi," ujar Roni saat tengah mengantre di SPBU.
Keluhan serupa disampaikan Welhamoris, pemilik kendaraan roda empat. Ia berharap pihak SPBU lebih mengutamakan kendaraan masyarakat dibandingkan pihak pengecer.
"Antrean terlalu banyak, kemarin saya tidak dapat. Hari ini minyak (di mobil) setengah jadi saya harus antre," ujarnya.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Tarsisius Kopong, mengatakan keterbatasan pasokan BBM bersubsidi terjadi karena kuota triwulan III dari BPH Migas belum diterbitkan.
"Kuota triwulan masih rem-rem distribusi ke SPBU. Ini hari kami proses surat dari bupati untuk BPH Migas untuk minta penambahan kuota," kata Tarsisius saat dikonfirmasi detikBali, Selasa.
Tarsisius mengatakan, pasokan dari Pertamina ke SPBU dibatasi memang khusus untuk subsidi, sementara nonsubsidi aman.
"Rata-rata harian rata-rata 5.000 ton. Sementara SPBU 02 Lamawalang stok habis. Alokasi bulan ini kecil memang 128 Kl," tandasnya.
Simak Video "Video: Komisi XII DPR Bakal Cari Tahu Penyebab Kelangkaan BBM di SPBU Swasta"
(nor/nor)