Menanti Hasil Investigasi Kematian Prada Lucky

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 10 Agu 2025 07:02 WIB
Keluarga histeris saat peti jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo hendak ditutup menjelang prosesi pemakaman, Sabtu (9/8/2025). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Kupang -

Tangis keluarga mengiringi pemakaman jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Keluarga kini menanti hasil investigasi terkait kematian Prada Lucky. Sebab, beredar kabar bahwa Prada Lucky sempat dianiaya oleh seniornya sesama prajurit TNI di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jenazah pemuda berusia 23 tahun itu dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kapadala, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT, Sabtu (9/8/2025). Kedua orang tua Prada Lucky menangis histeris saat peti jenazah hendak ditutup sebelum prosesi pemakaman dimulai.

Ibu Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, memberikan pelukan dan penghormatan terakhir kepada putra kedua dari empat bersaudara itu. Ayah Lucky, Sersan Mayor Christian Namo, juga mencium anak laki-lakinya yang terbujur kaku di dalam peti jenazah.

"Sayang e, kami tidak sanggup," teriak kedua orang tua bersama adik dan kakak Lucky di samping peti jenazah.

Keluarga sempat melambaikan tangan dan meminta agar peti jenazah itu ditutup. Christian kemudian berupaya menenangkan mereka dan meminta anggota TNI yang hadir dalam ibadah pemakaman itu untuk melanjutkan prosesi dan menutup peti jenazah Prada Lucky.

Sejumlah tentara berpakaian loreng tampak siaga di halaman depan untuk membawa jenazah ke liang lahat. Ibadah pemakaman itu dipimpin oleh Pendeta Lenni Utomo Walunguru dan dihadiri oleh warga.

Kakak Prada Lucky Berurai Air Mata

Kedua orang tua dan keluarga mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT, Sabtu (9/8/2025). (Yufengki Bria/detikBali).

Lusy Namo berurai air mata saat adik kandungnya, Prada Lucky, dimakamkan di TPU Kapadala, Kota Kupang. Ia berharap para pelaku yang diduga menganiaya adik laki-lakinya hingga meninggal dunia dihukum berat. Menurut Lusy, adiknya seharusnya dibina jika memiliki kesalahan.

"Bukan hilangkan dia punya nyawa begini to," ujar Lusy terisak seusai pemakaman jenazah adiknya di TPU Kapadala, Sabtu.

Lusy masih tidak menyangka dengan peristiwa yang dialami Prada Lucky. Terlebih, dia sangat berharap adik laki-lakinya itu bisa menjaga kedua orang tua mereka.

"Saya berharap dia yang jaga saya punya mama dan lindungi mama," ujar Lusy.

"Sekarang, siapa yang mau jaga mama sama adik-adik?" imbuhnya.



Simak Video "Video Viral Ayah Prada Lucky Ditangkap di Pelabuhan Kupang"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork