Bali Krisis BBM, Antrean Horor di Mana-mana

I Putu Adi Budiastrawan, Agus Eka Purna Negara - detikBali
Senin, 12 Okt 2026 20:07 WIB
Foto: Antrean mengular hingga ke jalan di sekitar SPBU Kapal, dan kepadatan pengendara motor saat akan mengisi pertalite hingga malam ini, Senin (12/10/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Krisis bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Bali. Sejumlah SPBU kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. Akibatnya, SPBU yang masih punya stok dipenuhi antrean horor kendaraan bermotor. Bahkan terjadi sejak Senin (12/102/2026) hingga malam ini.

Pantauan detikBali di lokasi, hingga malam ini, gelombang antrean pengendara masih belum terurai. Salah satunya terlihat di SPBU Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Di sana, deretan kendaraan tampak merayap perlahan di jalur utama, Denpasar-Gilimanuk.

Sebelumnya, antrean juga mengular di SPBU Werdi Bhuwana, SPBU Sangeh, SPBU Lukluk, hingga SPBU di kawasan permukiman padat Dalung Permai.

Membeludaknya pembeli BBM juga dilaporkan meluas di kawasan Badung bagian selatan. Informasi yang dihimpun menunjukkan sebagian besar SPBU di wilayah Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan turut diserbu pengendara, hingga memicu antrean panjang yang berdampak pada arus lalu lintas di sekitarnya.

Di SPBU 54.083.08 Kelurahan Kapal, sebagian besar pengendara memilih untuk membeli BBM jenis Pertalite. Tak heran, antrean di lajur khusus Pertalite mengular sangat panjang dibandingkan BBM jenis lainnya.

Beberapa pengendara bahkan mengaku harus menghabiskan waktu hingga lebih dari satu jam hanya untuk giliran mengisi BBM. Seorang pengendara yang berada di antrean paling belakang sejak pukul 18.30 Wita, baru berhasil masuk ke area dispenser pengisian sekitar pukul 19.50 Wita.

"Lama antrenya karena waktu masuk ke SPBU itu saya udah disuruh mundur. Ternyata ada antrean. Sudah keliling di sekitar Dalung, masih ramai makanya saya ke sini," kata Gede Ari, warga Tabanan yang baru pulang kerja dari Seminyak saat ditemui detikBali di SPBU Kapal.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi SPBU, stok pasokan BBM baik jenis Pertalite maupun Pertamax diperkirakan akan habis dalam kurun waktu 2 hingga 3 jam mendatang. Kendati demikian, pasokan BBM dipastikan akan kembali dinormalkan nanti malam melalui pengiriman armada tangki dari Depo Manggis, Karangasem.

Pengiriman pasokan sekitar 8 kiloliter (kl) tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengendara hingga besok pagi. Lonjakan antrean yang terjadi di Badung diakui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmp) Badung.

Kepala Diskopukmp Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, membeberkan hasil koordinasinya dengan pihak Pertamina. Disebutkan, tingginya konsumsi Pertalite masyarakat juga menimbulkan antrean di SPBU. "Informasi ada peningkatan konsumsi Pertalite di masyarakat saat ini sehingga menggerus stok di SPBU," kata Rosya, saat dikonfirmasi detikBali.

Rosyawati menjelaskan Pertamina tengah berupaya maksimal mengatur skema pembagian suplai BBM ke tiap SPBU. Mereka berharap ketersediaan stok tidak terputus di tengah tingginya permintaan. "Sampai saat ini kami masih terus koordinasi untuk dapat update situasi," tambahnya.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membenarkan kepadatan di sejumlah SPBU wilayah Badung dipicu oleh kendala teknis pada proses pasokan dari penyedia BBM. Guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas pihaknya menerjunkan personel pengamanan di tiap SPBU yang terdampak.

"Kami di Polres Badung dan jajaran, Polsek jajaran memastikan antrean dapat lancar, terutama yang mungkin berdampak kepada arus lalu lintas. Kami menjamin dan meyakinkan agar masyarakat tidak panik," jelasnya.

Joseph juga memastikan Polres Badung juga ikut berkoordinasi dengan Pertamina demi memastikan stok BBM kembali aman. Ia menegaskan situasi di sejumlah titik dipastikan tetap terjaga dengan baik dan tertib.

"Masih kondusif. Walaupun terjadi beberapa antrean di beberapa SPBU, kami sudah cek ke lapangan memastikan situasi masih kondusif," pungkasnya.



Simak Video "Video: Menerka Konsekuensi Lonjakan Harga Pertamax"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork