Nasional

Kerugian Garuda Indonesia Membengkak Jadi Rp 5,42 Triliun pada 2025

Andi Hidayat - detikBali
Senin, 23 Mar 2026 15:40 WIB
Foto: Pesawat Garuda Indonesia. (Afif/detikTravel)
Jakarta -

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merugi sebesar US$ 319,39 juta sepanjang 2025. Jika dihitung dengan asumsi kurs Rp 17 ribu, kerugian itu mencapai sekitar Rp 5,42 triliun. Nominal kerugian itu membengkak dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 69,77 juta atau sekitar Rp 1,18 triliun.

Dilansir dari detikFinance, laporan keuangan perseroan yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), membengkaknya kerugian Garuda Indonesia terjadi seiring menurunnya pendapatan. Sepanjang 2025, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 3,21 miliar atau sekitar Rp 54,57 triliun dari US$ 3,41 miliar atau sekitar Rp 57,96 triliun pada 2024.

Pendapatan usaha Garuda Indonesia ditopang oleh penerbangan berjadwal sebesar US$ 2,14 miliar atau sekitar Rp 36,68 triliun sepanjang 2025. Kemudian, penerbangan tidak berjadwal sebesar US$ 340,87 juta atau sekitar Rp 5,79 triliun. Sedangkan pendapatan lain-lain tercatat sebesar US$ 361,05 atau sekitar Rp 6,13 triliun.

Kemudian untuk total beban usaha, Garuda Indonesia mencatat sebesar US$ 3,10 miliar atau sekitar Rp 52,69 triliun sepanjang 2025. Sebagian besar beban usaha disumbang oleh beban operasional penerbangan yang tercatat sebesar US$ 1,54 miliar atau sekitar Rp 26,18 triliun.

Selain itu, beban pemeliharaan dan perbaikan juga menyumbang sebesar US$ 661,36 juta atau sekitar Rp 11,24 triliun. Beban kebandaraan dan pelayanan penumpang juga menyumbang terhadap total beban usaha masing-masing sebesar US$ 249,14 juta dan US$ 216,35 juta sepanjang 2025.

Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia membukukan total aset sebesar US$ 7,43 miliar atau sekitar Rp 126,33 triliun. Sementara untuk total liabilitas sebesar US$ 7,33 miliar atau sekitar Rp 124,61 triliun dengan total ekuitas sebesar US$ 91,91 juta atau sekitar Rp 1,56 triliun hingga akhir Desember 2025.

Artikel ini telah tayang di detikFinance.Baca selengkapnya di sini!



Simak Video "Video: BEI Ungkap Investor Pasar Modal RI Bertambah 7,4 Juta Pada 2026"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB