Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan sejumlah arahan tegas dalam sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahannya. Mulai dari mengusut korporasi yang diduga terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memberantas penyelundupan, hingga menegaskan Indonesia tak takut terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Prabowo juga mengingatkan pentingnya persatuan nasional dan meminta para menteri rutin memeriksa kesehatan.
Dilansir dari detikNews, berikut lima arahan Prabowo:
1. Usut Korporasi Pelaku Karhutla
Prabowo menduga karhutla di Indonesia tidak semata-mata disebabkan faktor alam. Ia menyebut ada campur tangan manusia dan meminta aparat mengusut dugaan keterlibatan korporasi.
"Saudara-saudara, ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata mata alamiah. Ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti," kata Prabowo dalam taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).
Ia meminta Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Kehutanan, TNI, dan intelijen menyelidiki kasus tersebut.
"Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen, untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," ujarnya.
Prabowo menyebut pembakaran lahan sebagai terorisme lingkungan karena membahayakan kesehatan masyarakat. Ia berjanji menindak tegas pelaku dan mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar.
"Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita," ujarnya.
"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan yang melanggar. Dan bagi negara negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," lanjut Prabowo.
Simak Video "Video: Seskab Paparkan 2 Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran"
(dpw/dpw)