Suasana sore di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung, Kamis (26/9/2026), masih terasa cukup menyengat. Sekitar pukul 16.00 Wita, terik matahari seakan belum mau turun.
Namun, cuaca panas tersebut sama sekali tak menyurutkan langkah puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sana. Di sepanjang bantaran Jembatan Merah PKB, denyut aktivitas ekonomi warga mulai bermunculan.
Saat matahari turun ke ufuk barat, lapak-lapak sederhana berdiri, siap menyambut para pembeli yang lalu-lalang dan nongkrong di bantaran jembatan.
Salah seorang pedagang, Sarini (42), mengaku sudah berjualan di bawah terik matahari sejak pukul 13.00 Wita. Rutinitas itu dilakoninya setiap hari demi menyambung hidup.
Dalam sehari, ia bisa meraup pendapatan hingga Rp 500 ribu. Bahkan, khusus akhir pekan, waktu berjualannya jauh lebih panjang, yakni dari siang hingga pagi hari berikutnya.
Kendati demikian, pendapatan yang dikantongi Sarini saat ini ternyata jauh merosot jika dibandingkan dengan masa lalu. Ia mengenang era ketika jalur lurus di area PKB masih sering menjadi arena balapan liar.
"Dulu waktu masih banyak yang balapan di sini, sebelum diusir polisi, saya jualan 24 jam. Bisa dapat Rp 1 juta lebih," kenang Sarini.
"Tapi sekarang sudah tidak ada. Setiap malam ada yang patroli," imbuhnya.
Sarini sendiri menjual kopi, pop ice, mie gelas, tahu tipat, dan aneka ragam jajanan. Ia mengaku sudah mulai berjualan sejak awal kawasan PKB dibangun.
Di sisi lain, para pedagang di Jembatan Merah kini mulai dihadapkan pada babak baru. Mereka telah mendengar kabar rencana pembangunan PKB yang dijadwalkan mulai bergulir pada November mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Sarini dan rekan sesama pedagang mengaku sudah bersiap mencari lokasi baru jika nantinya harus angkat kaki dari kawasan itu. Para pedagang tampak sudah berpengalaman menghadapi kebijakan penertiban dari petugas.
"Dulu juga pernah kita diusir Satpol PP karena yang jualan terlalu ramai. Terus saya pindah lokasi. Nanti kalau dilarang lagi di sini, pindah ke sana lagi," jelasnya.
Kini, para pedagang hanya bisa menikmati sisa waktu berjualan di Jembatan Merah PKB Klungkung sembari menggantungkan harapan di tengah ketidakpastian relokasi.
"Semua kita di sini sudah mendengar rencana pembangunan. Katanya kalau sudah mulai, kita tidak boleh lagi berjualan di sini," pungkas Sarini.
Simak Video "Video: Wujud Pengabdian Polda Riau Bangun Jembatan Merah Putih di Pelosok Daerah"
(dpw/dpw)