Heboh Bola Api Muncul Tiap Malam di Tabanan, Dikaitkan dengan Ulah Pati

I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali
Jumat, 29 Mei 2026 20:42 WIB
Foto: Prajuru Desa Adat Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan melakukan pecaruan Eka Sata pasca fenomena kemunculan bola api di wilayah desa. (Istimewa)
Tabanan -

Warga Desa Adat Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, dihebohkan dengan kemunculan bola api yang disebut rutin terlihat hampir setiap malam. Fenomena tersebut viral di media sosial dan warga dari luar desa untuk datang menyaksikan langsung.

Bendesa Adat Jegu Ida Bagus Komang Gangga membenarkan fenomena tersebut. Ia mengatakan kemunculan bola api sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar empat bulan lalu.

"Fenomena ini sebenarnya sudah pernah terjadi empat bulan lalu. Kemudian sempat berhenti, dan muncul kembali setelah 10 hari pasca upacara ngaben lansia yang meninggal di Gunung Batukaru," beber Ida Bagus Komang Gangga.

Menurutnya, bola api itu kerap muncul saat ada warga yang meninggal secara tidak wajar atau dalam istilah Bali disebut ulah pati. Fenomena tersebut biasanya terlihat mulai pukul 19.00 hingga 23.00 Wita. Kemunculannya di sekitar wilayah yang terkenal angker seperti setra (kuburan), kawasan pura prajapati (pura di kuburan), perempatan dan perbatasan desa.

Ida Bagus Komang Gangga kemudian menanyakan kejadian ini kepada tetua desa serta meminta petunjuk ke seorang pedanda (orang suci). Dari petunjuk pedanda, desa disarankan melakukan upacara pecaruan Eka Sata di pura kahyangan desa.

"Setelah pecaruan dilakukan fenomena itu mulai berkurang dan hanya muncul sesekali. Itupun sinar bola apinya berwarna putih," jelasnya.

Mengingat fenomena ini viral dan menjadi tontonan warga, pihak desa adat kemudian mengerahkan pecalang. Tujuannya untuk mengamankan sekitar lokasi kemunculan bola api karena viral.

Pihak desa khawatir ada pengunjung yang melakukan tindakan tidak pantas dan mengganggu kawasan yang disakralkan masyarakat setempat. Secara pribadi, Ida Bagus Komang Gangga menilai fenomena bola api itu kemungkinan merupakan manifestasi energi spiritual, bukan ulah orang yang mempelajari ilmu pengeleakan.

"Logikanya, tidak mungkin manusia sakti atau yang mempelajari ilmu leak keluar di jam-jam seperti itu. Dan itu sudah rahasia umum di Bali," jelasnya.

Menariknya, kemunculan bola api itu justru tidak membuat khawatir maupun kepanikan warga. Bahkan suasana desa diakuinya tetap kondusif.



Simak Video "Video: Detik-detik Bola Api dan Dentuman Keras Jatuh di Langit Cirebon"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork