AS-Teheran Sepakat Buka Selat Hormuz, Uranium Iran Dimusnahkan?

Haris Fadhil - detikBali
Senin, 25 Mei 2026 23:06 WIB
Suasana di Iran. (Foto: AFP)
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz usai perang. Namun, di tengah kabar itu, Teheran menegaskan belum ada jaminan perjanjian bakal diteken dalam waktu dekat.

Dirangkum detikcom, Senin (25/5/2026), laporan New York Times (NYT) yang dilansir Anadolu Agency menyebut kesepakatan itu turut mencakup komitmen Iran memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.

Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan kesepakatan tersebut belum ditandatangani dan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump serta pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Pejabat AS itu menyebut proses finalisasi bisa memakan waktu beberapa hari. Dia juga menegaskan metode pemusnahan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran masih dinegosiasikan.

Menurut pejabat AS yang dikutip NYT, kesepakatan yang diusulkan belum menyentuh isu pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium. Masalah itu disebut akan dibahas dalam pembicaraan lanjutan.

Laporan Fox News juga menyebut pejabat Washington mengindikasikan AS bisa mempertimbangkan 'akomodasi yang signifikan' berupa pelonggaran sanksi jika Iran setuju memberikan konsesi serupa soal stok uranium yang diperkaya tinggi.

"Rencana kami adalah menangani seluruh pasokan material yang diperkaya milik mereka," kata pejabat Washington tersebut.

Dia menyebut Washington melihat Iran menunjukkan 'akomodasi yang serius' yang belum pernah muncul dalam negosiasi sebelumnya. Pejabat AS yang dikutip NYT juga menepis wacana mekanisme 'tarif tol' di Selat Hormuz dan menyebut skema itu tidak dapat diterima serta belum pernah diusulkan kedua pihak.

CBS News, yang mengutip pejabat Washington, melaporkan pemerintah AS memandang kesepakatan itu lebih kuat dibanding kesepakatan nuklir 2015 pada era mantan Presiden Barack Obama. Dalam draf terbaru, AS akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Pejabat Washington itu mengatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mitra-mitra Teluk akan berkoordinasi untuk memastikan jalur aman di Selat Hormuz. Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner, juga disebut terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Washington juga disebut berupaya melibatkan seluruh sekutu regional dalam proses itu. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih. Otoritas Iran juga belum memberi tanggapan resmi.

Simak Video "Video: Trump Sebut Tak Akan Biarkan Iran Memeras-Mengancam Dunia"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork