Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Gabbard menyebut kondisi suaminya yang sakit kanker menjadi alasan di balik pengunduran diri tersebut.
Meski begitu, sejumlah rumor sempat beredar terkait pengunduran diri Gabbard itu. Salah satunya menyebutkan Gabbard dipaksa untuk mengundurkan diri oleh Gedung Putih. Terlebih selama menjabat, Gabbard sempat berselisih dengan Presiden AS Donald Trump terkait perang melawan Iran.
Dilansir dari detikNews, Gabbard memberitahu Trump tentang niat pengunduran dirinya dalam pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (22/5) waktu setempat. Pengunduran diri Gabbard yang menjabat sejak 2025 berlaku efektif mulai 30 Juni mendatang.
Melalui suratnya kepada Trump yang diunggah ke media sosial X, Gabbard menjelaskan dirinya mundur sebagai Direktur Intelijen Nasional AS untuk merawat suaminya, Abraham Williams, yang belum lama ini didiagnosis menderita kanker tulang.
"Saat ini, saya harus mundur dari pelayanan publik untuk berada di sisinya dan sepenuhnya mendukungnya melalui perjuangan ini," kata Gabbard merujuk pada suaminya.
Gabbard sendiri merupakan mantan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat. Iamenikah dengan suaminya yang berprofesi sebagai sinematografer di Hawaii dalam upacara Hindu. Keduanya bertemu saat syuting iklan kampanye dan suami Gabbard melamarnya saat berselancar ketika matahari terbenam.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"
(iws/iws)