Iran Tantang Balik Trump: Serang Kami, Balasan Akan Lebih Dahsyat

Wilda Hayatun Nufus - detikBali
Senin, 06 Apr 2026 10:17 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Denpasar -

Komando militer pusat Iran langsung menantang ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menggempur infrastruktur sipil jika Selat Hormuz tak dibuka. Teheran menegaskan siap membalas dengan serangan yang lebih luas dan jauh lebih dahsyat.

Dilansir dari detikNews, Senin (6/4/2026), Iran memperingatkan akan ada serangan balas jika AS benar-benar menyerang infrastruktur sipil. Iran menegaskan skala balasan tidak akan setara, melainkan meningkat drastis.

"Jika serangan terhadap sasaran sipil terulang, tahapan selanjutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas," kata seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang diunggah oleh stasiun televisi pemerintah IRIB di Telegram.

Ancaman itu muncul setelah Trump sebelumnya melontarkan ultimatum keras terkait Selat Hormuz. Ia menyebut serangan akan dilakukan jika jalur vital tersebut tak kunjung dibuka.

Dilansir Al Jazeera, Trump mengancam akan menyerang infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum batas waktu yang ia tetapkan, yakni Senin ini.

Trump menyampaikan ancaman tersebut dalam unggahan media sosial bernada kasar. Ia kembali mengulang ancaman untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat s** itu, dasar b* g**, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Trump dalam unggahan Truth Social.

Simak Video "Video: Trump Akan Lakukan Cara Apapun untuk Capai Kesepakatan dengan Iran"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork