D'Tik Fest 2026 Libatkan 18 Komunitas Sampah hingga Anggaran Rp 458 Juta

Maria Christabel DK - detikBali
Kamis, 26 Feb 2026 18:09 WIB
Foto: Press Conference Puncak Perayaan HUT Denpasar ke-238 dan D'Tik Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (26/2/2026) Maria Christabel DK
Denpasar -

Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar turut dimeriahkan dengan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D'Tik) Festival 2026. Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng komunitas pengelola sampah Eling Ring Pertiwi guna memastikan pengelolaan sampah selama tiga hari kegiatan.

Ketua Koordinator Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, mengatakan pihaknya optimistis mampu mengelola sampah di D'Tik Festival seperti saat Denpasar Festival sebelumnya.

"Di Denfest lalu, 75.000 orang hasilkan sampah dan kami berhasil buat zero waste di TPA. Kalau 75 ribu orang saja bisa, sekarang 5.000 di D'Tik akan selesai," tutur Ketua Koordinator Eling Ring Pertiwi Anak Agung ketika acara Press Conference Puncak HUT Kota Denpasar ke-238 dan D'Tik Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Kamis, (26/2/2026).

Eling Ring Pertiwi yang merupakan gabungan 18 komunitas peduli sampah berencana akan menerapkan strategi serupa seperti pada Denpasar Festival ke-18. Agung menjelaskan sistem pengelolaan sampah akan terapkan dua Waste Department untuk pusat informasi dan komando serta enam station untuk pemilahan tujuh kategori sampah.

"Waste Department yang atur strategi pengelolaan sampah, pusat informasi dan komando juga lokasinya di Youth Park di timur, lalu ada station empat di Taman Lumintang, dua di DNA," jelas Agung.

Untuk pengelolaan sampah organik, pihaknya menyiapkan 15 teba modern di Taman Lumintang. Dengan langkah tersebut, sampah organik ditargetkan tidak keluar dari area Taman Lumintang dan DNA.

Selain itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar yang melibatkan sejumlah bank sampah. Eling Ring Pertiwi juga buka pendaftaran untuk volunteer yang capai total 196 orang. Para relawan berasal dari komunitas, dinas terkait, pelaku UMKM, hingga pelajar yang tergabung dalam organisasi sekolah seperti OSIS dan Pramuka.

"Kami cukup yakin dengan 100 relawan. Tapi per siang tadi kami tutup ada 196 relawan. Ada 3-4 sekolah yang telepon, saya suruh langsung datang. Jadi kemungkinan ada 250 mendekati 300 yang datang awasi pengelolaan sampah di D'Tik Fest," ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menilai keterlibatan pelajar menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah sejak dini.

"Dapat membantu edukasi di rumah tangga, bagaimana model pemilahan sampah yang ada di festival itu bisa diterapkan di rumah tangga. Harapannya dengan semangat edukasi ini, makin banyak masyarakat di Kota Denpasar yang bisa kelola sampahnya berbasis sumber," terangnya.

Sebelumnya, berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah bersama Tim Swakelola Sampah Denpasar, tercatat sekitar 30 persen masyarakat Kota Denpasar telah melakukan pemilahan sampah.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam rapat tersebut menyebut capaian itu merupakan langkah awal yang baik. "Itu langkah baik sebenarnya. Justru yang 30% kita motivasi, yang punya potensi prioritas dapat teba modern karena mereka yang bisa kelola dengan baik," jelas Jaya Negara dalam pertemuan tersebut.

Simak Video "Video: Mengenal Kapten Japa, Sosok Heroik di Serangan Umum Kota Denpasar"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork