Internasional

Respons Keras Rusia-China Usai AS Culik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Tim detikNews - detikBali
Senin, 05 Jan 2026 09:33 WIB
Detik-detik Presiden Venezuela Nicolas Maduro sigiring dalam tahanan di New York. (Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS)
Denpasar -

Sejumlah negara merespons serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Rusia hingga China bereaksi keras terhadap operasi yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump tersebut, termasuk terkait penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Penangkapan terhadap Presiden Venezuela itu terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Simak beragam sikap dari pemimpin dunia terkait serangan militer AS ke Venezuela tersebut.

Rusia Kutuk Militer AS

Dilansir dari detikNews, otoritas Rusia mengutuk aksi militer AS terhadap Venezuela. Moskow menegaskan tidak ada alasan yang dapat diterima untuk serangan Washington tersebut.

Rusia juga menyebut 'permusuhan ideologis' telah mengalahkan diplomasi. Diketahui, Venezuela merupakan sekutu terpenting Rusia di kawasan Amerika Selatan, meskipun Kremlin tidak pernah menawarkan bantuan kepada Caracas jika terjadi konflik dengan AS.

"Pagi ini, Amerika Serikat melakukan aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (3/1) waktu setempat.

"Dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima. Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme bisnis," sebut pernyataan tersebut.

Pernyataan itu tidak secara langsung menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali solidaritasnya untuk Venezuela.

"Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap tindakan kepemimpinan Bolivarian yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara," lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia menegaskan kawasan Amerika Selatan harus tetap menjadi zona perdamaian. Rusia mendorong agar Venezuela mendapatkan hak untuk menentukan nasib sendiri tanpa invervensi asing.

"Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan yang merusak, apalagi militer, dari pihak luar," imbuh pernyataan tersebut.



Simak Video "Video Warga di Berbagai Negara Rayakan Penangkapan Maduro oleh AS"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB