Beberapa lembaga internasional memprediksi ada sejumlah negara akan mengalami resesi. Meski mimpi buruk resesi dihadapi ekonomi global, setidaknya ada 5 negara yang diprediksi akan lolos dari ancaman resesi.
Dikutip dari detikFinance, negara yang diprediksi akan lolos dari ancaman resesi adalah negara yang berada di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara, masih cukup kuat menghadapi resesi tahun depan. Melansir dari CNBC Indonesia, Bank Pembangunan Asia (ADB) masih cukup optimis dengan pertumbuhan di sejumlah negara di wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara.
Di Asia Tenggara, ADB melihat rata-rata pertumbuhan ekonomi diproyeksi berada di kisaran 5% pada 2023. Proyeksi ini turun dibandingkan 5,2% yang dirilis ADB sebelumnya. Namun, ini adalah pertumbuhan yang tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan dunia dari World Bank (Bank Dunia).
Bank Dunia meramal perekonomian global akan menyusut hingga 1,9 persen poin menjadi 0,5 persen pada 2023. Ini adalah proyeksi dalam skenario terburuk. Kemudian, pada 2024, ekonomi dunia akan kembali menurun 1 persen menjadi 2,0 persen.
Lantas, negara mana saja yang diproyeksikan dapat tetap makmur dan bertahan dari "serangan" resesi 2023? Berikut daftarnya:
1. Vietnam
ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam akan tumbuh 6,7% pada tahun depan. ADB, dalam rilis terbaru September ini, mengungkapkan perekonomian Vietnam berkinerja cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Rantai pasokan pangan global yang dipulihkan akan meningkatkan produksi pertanian tahun ini, tetapi biaya input yang tinggi masih akan menghambat pemulihan sektor pertanian," tulis laporan ADB.
Lebih lanjut, melemahnya permintaan global telah memperlambat manufaktur Vietnam. Namun, prospek sektor ini tetap bullish mengingat investasi asing langsung yang kuat di sektor ini, menurut ADB.
2. Filipina
Filipina diprediksi akan mencetak pertumbuhan sebesar 6.3% pada 2023.
"Pemulihan ekonomi diperkirakan akan mendapatkan daya tarik tahun ini dan tahun depan, didukung oleh penguatan investasi dan konsumsi domestik," kata ADB.
Pemulihan ekonomi di Filipina ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tren turun dalam kasus Covid-19 dan pelonggaran mobilitas masyarakat.
Negara lain klik halaman selanjutnya
Simak Video "Video: Ekonom Ungkap Kondisi Genting Ekonomi RI Akibat Perang AS-Iran"
(nor/hsa)