Insiden di RS Bandung Medan Berawal dari Mabuk-mabukan

Insiden di RS Bandung Medan Berawal dari Mabuk-mabukan

Datuk Haris Molana - detikSumut
Senin, 07 Nov 2022 16:12 WIB
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (Dok istimewa)
Medan -

Keributan yang berujung penganiayaan yang melibatkan oknum polisi terjadi di Rumah Sakit Bandung Medan. Peristiwa itu berawal dari aktivitas mabuk-mabukan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika empat orang yang sama-sama berteman dan saling mengenal nongkrong di salah satu kafe dan minum alkohol. Keempat orang itu yakni Bripda T, Debye dan Iten merupakan mahasiswi dan Ayu seorang perawat RS Bandung.

Setelah itu, mereka menuju hotel memesan dua kamar. Karena Iten dan Ayu mabuk, agar tidak ribut keluar kamar mereka dikunci dari luar oleh Bripda T. Akan tetapi Ayu marah dan menelpon kawan-kawannya dan terjadilah percekcokan.


"Berawal dari empat orang yang sama-sama berteman dan saling mengenal (Bripda T, Debye/mahasiswi, Ayu/perawat RS Bandung, Iten/mahasiswi) mereka nongkrong di salah satu kafe dan meminum alkohol, setelah itu pukul 4 subuh mereka menuju hotel memesan dua kamar, karena Iten dan ayu mabuk, agar tidak ribut keluar kamar mereka dikunci dari luar oleh Bripda T," jelas Hadi, Senin (7/11/2022).

"Tetapi Ayu marah dan menelepon kawan-kawannya yakni security RS Bandung dan perawat atas nama Wanda Winata dan terjadi cekcok mulut dengan Bripda T," ujar Hadi.

Akibat cekcok mulut itu, selang beberapa saat Bripda T bersama enam temannya mendatangkan RS Bandung dan menganiaya Wanda.

"Dari cekcok mulut Bripda T dengan beberapa security dan salah seorang perawat Wanda Winata di salah satu hotel, pukul 5 pagi Bripda T bersama enam temannya dan satu warga sipil mendatangi RS Bandung dan Bripda T lansung menunjuk Wanda Winata, secara spontan enam orang teman Bripda T memukuli Wanda Winata hingga mengalami lebam di wajah," ujar Hadi

"Kemudian sekitar pukul 6 pagi datang kembali ke RS Bandung sekitar tujuh orang yang salah satunya memakai seragam dinas polisi dan menanyakan siapa security yang sudah menghina kawannya, tetapi dijawab oleh beberpa warga tidak tahu, kemudian mereka membubarkan diri," sebut Hadi.

Hadi menegaskan dalam peristiwa itu tak ada aksi yang disebut-sebut melakukan penyekapan. Mereka disebut berteman baik.

"Tidak ada penyekapan. Mereka empat orang itu berteman baik satu sama lainnya," ujar Hadi.

Hadi menyebutkan saat ini penyidik tengah mengumpulkan beberapa alat bukti salah satunya rekaman CCTV. Ada lima orang oknum polisi telah diamankan dalam kasus tersebut.

"Atas perintah Kapolda Sumut oknum personel Polri yang terlibat untuk segera diproses dan tindak tegas," sebut Hadi.

PDIP Sumut Sebut Insiden di RS Bandung Sebagai Penyerangan. Selengkapnya Baca Halaman Berikutnya....

Hadi mengatakan setelah menerima informasi, dia bersama Kapolrestabes Medan mendatangi pihak Rumah Sakit Bandung di Jalan Mistar Medan untuk mendapatkan Informasi secara utuh dan menindaklanjuti peristiwanya.

Hingga saat ini Polrestabes Medan dan Propam Polda Sumut sudah memeriksa beberapa oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut

"Ada lebih dari lima orang yg sudah diklarifikasi penyidik Polrestabes Medan dan Propam Polda Sumut," ujar Hadi.


Diberitakan sebelumnya, oknum polisi dikabarkan melakukan penyerangan ke Rumah Sakit Bandung yang ada di Jalan Mistar Kota Medan. Rumah sakit ini adalah milik Bendahara PDI Perjuangan Sumut Meriahta Sitepu.

Informasi soal adanya penyerangan ini disampaikan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan Rudy Hermanto. Dia mengatakan penyerangan itu dilakukan tadi pagi.

"Tadi pagi, subuh, kami mendapatkan kabar adanya penyerangan sekelompok oknum gerombolan manusia yang mendatangi rumah sakit ini, mengganggu, dan memukuli," kata Rudy dalam video yang diterima detikSumut, Minggu (6/11/2022). Pernyataan dari Rudy ini sudah mendapatkan izin untuk dikutip.

Dalam video itu, Rudy sedang bersama sejumlah orang yang diduga menjadi korban penyerangan. Dia mengatakan ada dokter yang luka-luka karena menjadi korban dalam peristiwa itu.

"Adik ini saksi, pegawai atau paramedis, ada juga saya dengar dokter yang dipukuli," sebut Rudy.



Simak Video "Datangi RS Bandung, 3 Kombes Polisi Minta Maaf Soal Penganiayaan Nakes"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)