Harga ayam potong di Pasar Tavip Binjai terus merangkak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Selama enam bulan terakhir, harga ayam stabil pada level tertinggi, yakni berada kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.
Pedagang ayam di Pasar Tavip, Azam mengatakan sebelumnya harga ayam hanya berada di angka Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram. Namun sejak enam bulan belakangan, harga terus naik dan bertahan tinggi.
"Biasanya naik akhir tahun memang, tapi kali ini nggak ada turunnya sama sekali. Sudah enam bulan segitu-gitu aja, malah cenderung naik," kata Azam, Jumat (28/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menduga kenaikan harga ini berkaitan dengan musim akhir tahun dan semakin dekatnya bulan puasa yang biasanya membuat permintaan meningkat. Selain itu, ia menyebut ada kemungkinan pasokan dari agen ikut memengaruhi harga.
"Pasokan sebenarnya lancar, cuma kayak dibatasi. Agen biasanya ambil 1.000 ekor, sekarang cuma 600-700 ekor. Itu juga bisa bikin harga mahal," ujarnya.
Pedagang lainnya, Bowo, memberikan keterangan senada. Ia mengatakan harga ayam kini sulit kembali ke harga sebelumnya karena suplai tidak sebanyak biasanya.
"Dulu 28-30 ribu. Sekarang 38-42 ribu. Sudah mentok harganya. Apa-apa naik sekarang, ayam pun ikut," ujarnya.
Hingga kini, pedagang memprediksi harga ayam masih berpotensi naik menjelang Ramadan dan Lebaran, mengikuti tren tahunan di pasar tradisional.
Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(mjy/mjy)











































