Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga masyarakat terus berkolaborasi menangani Karhutla di musim kemarau tahun ini. Terbukti, sejumlah lahan terbakar sukses dikendalikan.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menyebut Satgas Karhutla kini terus bersinergi dalam penanganan di sejumlah daerah. Khususnya wilayah yang paling rawan terjadi kebakaran dan sulit dipadamkan.
"Kami Pemprov Riau bersama TNI, Polri, BPBD Kabupaten/Kota, Manggala Agni dan sejumlah perusahaan terus berkolaborasi di lapangan. Termasuk masyarakat peduli api, relawan turun bersama," kata SF Hariyanto, Kamis (6/8/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SF mengungkap dalam penanganan karhutla tim Satgas Udara juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 30-5 Agustus 2026. OMC dilakukan dengan menyemai garam ke langit Riau menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 bantuan BNPB.
Hasil OMC, sejumlah wilayah seperti Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Riau dan Rokan Hilir turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini dipastikan menjadi kontrol dan mengurangi intensitas panas di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mencatat total sudah ada 11 ton garam disemai. Hasilnya, hujan terjadi di beberapa wilayah pasca OMC.
"Total sudah 11 ton NaCl ditebar dalam rangka OMC di Pelalawan dan Siak. Alhamdulillah sudah ada hujan di beberapa wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Edy.
Selain itu, ada pula helikopter patroli dan lima unit helikopter waterbombing diturunkan. Seluruhnya melakukan patroli dan pemadaman di daerah yang sulit dijangkau Satgas Darat.
"Penanganan karhutla di Riau sejauh ini terkendali. Memang ada beberapa wilayah terbakar, namun sudah ditangani Satgas Darat dan Udara," katanya.
