Puluhan Atlet Demo Tuntut Bonus PON Aceh-Sumut 2024 Dibayarkan, Total Rp 28 M

Riau

Puluhan Atlet Demo Tuntut Bonus PON Aceh-Sumut 2024 Dibayarkan, Total Rp 28 M

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 06 Agu 2026 12:17 WIB
Atlet dan pelatih saat unjuk rasa di Stadion Utama Riau.
Foto: Atlet dan pelatih saat unjuk rasa di Stadion Utama Riau. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Puluhan atlet dan pelatih dari sejumlah cabang olahraga di Riau menggelar unjuk rasa di Stadion Utama Riau. Aksi digelar menuntut pembayaran bonus PON Aceh-Sumut 2024.

Massa aksi turun dengan pakaian lengkap saat perhelatan PON Aceh-Sumut. Peserta aksi membawa spanduk berisikan tuntutan 'Donasi untuk Pahlawan Olahraga 2 Tahun Ditelantarkan'.

Tak hanya itu saja, peserta juga membawa kotak karton untuk penggalangan koin. Ini sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi Riau yang tak membayarkan bonus sejak event selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stadion Utama jadi titik unjuk rasa karena pada waktu bersamaan ada olahraga dan penanaman pohon dalam rangka HUT Ke-69 Provinsi Riau. Bahkan, acara itu dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

Seorang peserta aksi, M Luthfi menyebut aksi digelar karena bonus baru dibayarkan sekitar 43 persen. Sisanya, masih belum ada kejelasan.

ADVERTISEMENT

"Sudah lama kami menunggu, sudah kami perjuangkan tak ada kejelasan. Saat ini yang dibayarkan baru sekitar 43 persen," kata M Luthfi di lokasi, Kamis (6/8/2026).

Luthfi mengaku aksi ini adalah puncak dari kekecewaan. Sebab, berulang kali atlet dari berbagai cabang olahraga menuntut pada pemerintah tak membuahkan hasil.

"Kami ingin menyampaikan langsung pada Pak Gubernur," kata Luthfi.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Riau, Yurnalis menyebut Pemprov Riau tetap memberikan perhatian. Terbukti, SK untuk pembayaran bonus telah diteken.

"Ini tetap menjadi atensi Pak Gubernur. Buktinya apa, SK untuk melanjutkan sudah ditandatangani Pak Gubernur," katanya saat menemui peserta unjuk rasa.

Hanya saja, kondisi keuangan dan tekanan fiskal membuat dana belum bisa dicairkan. Sehingga terjadi penundaan pembayaran ke para atlet dan pelatih.

"Persoalannya kita tahu keadaan keuangan kita yang memang tak memungkinkan saat ini. Sehingga ini terjadi penundaan untuk pembayaran. Tahap pertama sudah dibayar 50 persen nih tahun lalu. Artinya tinggal 50 persen," katanya.

Yurnalis berjanji begitu ada anggaran yang tersedia, bonus akan langsung dicarirkan. Totalnya disebut mencapai Rp 28 miliar.

"Intinya begitu uang kita tersedia segera kita tunaikan, kita usahakan secepatnya. Total bonus Rp 28 miliar lebih. Artinya karena kondisi keuangan, kan sudah dibayar 2025 43 persen, artinya tinggal 57 persen lagi," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: PATRIN Buka Suara soal Kabar Atlet Tuna Rungu Galang Dana"
[Gambas:Video 20detik] (ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads