Wanita di Inggris Hanya Makan Kentang Selama 40 Tahun gegara Fobia Makanan

Wanita di Inggris Hanya Makan Kentang Selama 40 Tahun gegara Fobia Makanan

Sonia Basoni - detikSumut
Jumat, 26 Jun 2026 02:00 WIB
Fobia Makanan, Wanita Ini Selama 40 Tahun Cuma Makan Kentang!
Foto: Fobia Makanan, Wanita Ini Selama 40 Tahun Cuma Makan Kentang!. (SWNS)
Jakarta -

Seorang wanita asal Inggris bernama Rachel Hall hanya mengkonsumsi kentang selama lebih 40 tahun sebagai makanan utamanya. Dia mengaku fobia dengan makanan.

Dilansir detikFood, wanita berusia 42 tahun itu mengaku hampir tidak pernah menyentuh buah, sayuran, maupun makanan dengan rasa yang kuat karena mengalami fobia terhadap berbagai jenis makanan. Adapun menu harian yang dikonsumsi didominasi kentang panggang, kentang tumbuk, kentang goreng, dan sesekali dada ayam.

Dilansir dari NYPost, Kamis (25/06/2026), Rachel mengatakan sebenarnya dirinya bukan penggemar berat kentang. Dia hanya menganggap makanan tersebut sebagai pilihan yang terasa aman untuk seleranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan karena saya sangat menyukai kentang. Saya justru menganggapnya membosankan, tetapi saya memiliki fobia terhadap hampir semua jenis makanan lain," ujarnya.

Ia menjelaskan setiap kali mencoba mendekatkan buah atau sayuran ke mulutnya, refleks rasa ingin muntahnya langsung muncul.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat takut tersedak. Kalau buah atau sayuran mendekati mulut saya, saya langsung merasa ingin muntah," katanya.

Ternyata kondisi tersebut sudah muncul sejak usia balita. Menurut Rachel, dulu orang tuanya dulu mengira sejak kecil dia hanya pilih-pilih makanan atau picky eater dan kondisi ini dikira akan berubah seiring bertambahnya usia.

Namun, hal itu terus berlanjut hingga dewasa. Bahkan dia selalu meminta kue saat ulang tahun, tetapi tidak pernah memakannya.

"Saya senang melihatnya, tetapi membayangkan memakannya saja sudah membuat saya merasa mual," ungkapnya.

Kebiasaan Rachel mulai berubah ketika pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar kolesterolnya tinggi. Ia pun kemudian mencari bantuan dan berkonsultasi dengan hipnoterapis perilaku kognitif David Kilmurry.

Setelah menjalani evaluasi, Rachel didiagnosis mengalami ARFID (Avoidant-Restrictive Food Intake Disorder), yaitu gangguan makan yang membuat penderitanya menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu.

Setelah mengikuti delapan sesi hipnoterapi, Rachel mulai berani mencoba berbagai makanan baru. Kini ia mengaku menyukai pisang, stroberi, hingga casserole ayam dengan sayuran.

"Saya merasa luar biasa. Sekarang saya bisa makan lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi," ujarnya.

David Kilmurry mengaku bangga dengan perkembangan kliennya.

"Saya sangat bangga karena Rachel berhasil mengatasi fobia makan sekaligus menginspirasi orang dewasa lain yang mengalami kondisi serupa. Gangguan ini ternyata lebih umum daripada yang dibayangkan dan banyak orang mengalaminya dalam diam," pungkas David.

Artikel ini telah tayang di detikFood, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads