Tangis haru terdengar dari salah satu ruang di Mapolsek Bantan, Bengkalis. Ya, tangis dari ratusan anak dan orang tua yang mendampingi anaknya sunat massal dalam memperingati HUT Bhayangkara Ke-80.
Sunat massal yang diikuti ratusan anak dari berbagai desa di Bengkalis itu dilaksanakan Polres Bengkalis. Sasarannya adalah warga kurang mampu dan tak dipungut biaya alias gratis.
Tercatat ada 100 anak ikut sunat massal kali ini. Mereka rata-rata berusia antara 7-10 tahun atau masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian S Siregar bersama Ketua Bhayangkari Ny Lia Fahrian terlihat hadir langsung. Termasuk sejumlah pejabat hingga tokoh masyarakat setempat.
"Sunat massal gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Khususnya bagi keluarga kurang mampu," terang Fahrian, Rabu (17/6/2026).
Dengan begitu, anak-anak yang mengikuti sunat massal gratis mendapatkan layanan kesehatan. Termasuk meringankan beban ekonomi orang tua.
Selama berlangsungnya sunat massal di Mapolsek Bantan, suara anak-anak juga memenuhi ruangan. Begitupun orang tua yang menangis bahagia putranya dapat disunat secara gratis.
"Bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata semangat 'Polri Untuk Masyarakat', di mana Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban. Tetapi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," kata Fahrian.
Sementara itu Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis, Datuk Sri Syaukani Al Karim mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Polres Bengkalis. Datuk Sri Syaukani menilau kegiatan sosial seperti sunat massal gratis sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
"Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini. Sunat massal gratis ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat yang kurang mampu. Semoga ke depan Polri semakin baik, semakin dicintai masyarakat, dan terus hadir memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Datuk Sri Syaukani Al Karim.
