Air Zamzam Tak Pernah Habis meski Diambil Jutaan Jemaah, Ini Penjelasannya

Air Zamzam Tak Pernah Habis meski Diambil Jutaan Jemaah, Ini Penjelasannya

Anisa Rizki Febriani - detikSumut
Kamis, 04 Jun 2026 05:00 WIB
air zamzam
Foto: Air zamzam. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Air zamzam selalu diambil oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia yang menjalankan umrah maupun haji ke Tanah Suci. Namun, air zamzam tidak pernah habis dan terus mengalir.

Dilansir detikHikmah dari Menjadi Bijak & Bijaksana susunan Ibnu Basyar, oleh umat Islam air zamzam dianggap sebagai air suci. Zamzam menjadi sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka'bah dengan kedalaman 42 meter.

Berdasarkan riwayat, mata air tersebut pertama kali ditemukan oleh Siti Hajar ketika berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah saat putranya Nabi Ismail AS kehausan. Dalam hadits dari Ibnu Abbas RA disebutkan soal keutamaan air zamzam, Nabi SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salatlah kamu di tempat orang pilihan dan minumlah dari minuman orang baik," ketika ditanya, "Apa minuman orang baik?" Rasulullah SAW menjawab, "Air zamzam." (HR al-Azraqy)

Lalu, mengapa air zamzam tidak pernah habis meski sejak dulu hingga kini terus diambil jutaan jemaah?

ADVERTISEMENT

Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Terus Diambil

Masih dari buku yang sama, mata air zamzam punya kontrol luar biasa sehingga airnya tidak sampai meluber. Padahal bila dihitung secara matematis, pancaran mata airnya yang deras bisa membuat bumi tenggelam.

Permukaan air zamzam berada sekitar 10.6 kaki di bawah permukaan tanah. Air zamzam jadi mukjizat dari Allah SWT bahwa ketika sumur tersebut dipompa secara terus menerus selama 24 jam tanpa henti dengan tingkat sedotan 8 ribu liter per detik, maka akan membuat permukaan sumur akan turun hingga 44 kaki di bawah permukaan tanah.

Meski begitu, ketika pompa berhenti maka permukaan sumur akan segera kembali pada 13 kaki di bawah permukaan tanah, setelah 11 menit. Secara total, 690 juta liter air zamzam dipompa dalam 24 jam namun sumurnya terisi kembali hanya dalam waktu 11 menit.

Terdapat dua mukjizat dari Allah SWT dalam hal ini. Pertama, sumur zamzam terisi kembali dengan segera, kedua Allah SWT memiliki kontrol absolut yang luar biasa untuk tidak mengisi sumur zamzam secara berlebihan sebab jika tidak terkontrol, dunia bisa tenggelam oleh luapan air zamzam yang demikian besar.

Dalam situs Egypt Today turut diterangkan bahwa air zamzam tidak pernah habis walau terus diambil karena sumber dari air tersebut bisa diperbarui. Pendapat ini dijelaskan oleh seorang profesor geologi dan sumber daya air di Institut Penelitian Afrika, Abbas Sharaqi.

"Tidak habisnya air dalam geologi berarti bahwa air tersebut adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah dapat diperbarui, seperti yang ada di sumur zamzam," ujarnya.

Air zamzam bersumber dari air hujan yang terjadi di Makkah, karena itu dapat diperbarui. Lain halnya degan Gurun Barat, Mesir yang memiliki reservoir atau penyimpanan air yaitu Batu Pasir Nubia yang terleta di Oasis. Perlu dipahami, reservoir tidak dapat diperbarui.

"Makkah adalah daerah pegunungan sehingga salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di daerah dataran rendah," lanjut Sharaqi.

Wallahu a'lam.

Artikel ini telah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads