Prajurit TNI Praka Rico Pramudia gugur di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Rumah duka almarhum Praka Rico yang berada di Dusun Vll, Desa Dolok Simampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), dipenuhi karangan bunga.
Berdasarkan pantauan detikSumut, papan bunga ucapan turut berduka cita memenuhi pinggir jalan menuju rumah duka. Di antaranya dari Menteri Pertahanan, gubernur, pangdam, Kodim, hingga bupati.
Selain itu, sejumlah anggota TNI dari berbagai batalyon juga mulai berdatangan ke rumah duka. Petugas kebersihan tampak membersihkan beberapa titik di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dusun VII, Desa Dolok Simampang, Hendri Sudani, mengatakan bahwa Praka Rico merupakan putra asli daerah. Almarhum sejak lahir sudah tinggal di dusun tersebut.
"Keluarga tinggal di sini sejak dulu, dan beliau lahir di sini," ujarnya saat diwawancarai detikSumut, Senin (27/4/2026).
Rico merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara. Semasa hidup korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kembar dia (Rico) adiknya cewek kembarannya, baik sekali dia di kampung sini, ramah orangnya," ucapnya.
Hendri menceritakan, sejak lulus menjadi anggota TNI pada tahun 2015, Praka Rico Pramudia ditempatkan di Kompi A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda di Aceh. Kemudian pada 2025 diberangkatkan ke Lebanon sebagai Pasukan Perdamaian PBB.
"Sejak 2015, Praka Rico Pramudia lulus TNI, kemudian ditempatkan di Aceh," katanya.
Meninggalnya Praka Rico, menambah jumlah prajurit TNI yang gugur.
Diketahui, Praka Rico Pramudia tergabung dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, yakni United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Rico meninggal dunia karena serangan.
Sebelumnya, dilansir detikNews, Praka Rico Pramudia (31)yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon gugur. Praka Rico sempat menjalani perawatan setelah mengalami luka parah akibat serangan pada akhir Maret lalu.
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian pernyataan UNIFIL melalui akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).
UNIFIL menyampaikan bahwa Praka Rico meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut akibat luka yang dideritanya. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta kepada Indonesia.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan-rekan Kopral Pramudia, serta Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah, dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," tulisnya.
UNIFIL juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional.
"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegasnya.
Diketahui, serangan terhadap markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, terjadi pada Minggu (29/3). Insiden tersebut juga menyebabkan tiga orang lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, insiden tersebut menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam kejadian itu, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur.
Sementara itu, tiga prajurit yang terluka adalah Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.
Dalam penanganannya, dua prajurit yang mengalami luka ringan telah dirawat di Hospital Level I UNIFIL. Adapun satu prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Simak Video "Video MER-C Kecam Israel Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Kejahatan Perang"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
