Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Taput Ditargetkan Selesai Juni 2026

Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Taput Ditargetkan Selesai Juni 2026

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 27 Mar 2026 10:20 WIB
Menteri PKP Maruara Sirait dan Mendagri Tito Karnavian meninjau pembangunan hunian tetap warga korban bencana di Taput. (Dok Kementerian PKP)
Foto: Menteri PKP Maruara Sirait dan Mendagri Tito Karnavian meninjau pembangunan hunian tetap warga korban bencana di Taput. (Dok Kementerian PKP)
Tapanuli Utara -

Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Hunian tetap bagi warga korban bencana tersebut ditargetkan rampung bertahap pada Juni 2026 mendatang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional Tito Karnavian meninjau langsung pembangunan hunian tetap tersebut, di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Taput, Kamis (26/3/2026). Percepatan pembangunan tanpa mengabaikan kualitas bangunan ditekankan.

Warga korban bencana banjir dan longsor yang terjadi akhir tahun 2025 lalu masih menunggu kepastian akan tempat tinggal yang layak dan aman bagi keluarga mereka. Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan kolaborasi pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maruarar menegaskan pembangunan hunian tetap tersebut menjadi prioritas pemerintah. Ia menekankan agar pembangunannya dilakukan sesuai standar. Ia juga meminta pemerintah daerah dan kontraktor melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan agar berjalan sesuai target.

"Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak," kata Ara dalam keterangan tertulis diterima detikSumut, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Target penyelesaian pembangunan hunian tetap tersebut dibagi dalam dua tahap. "Tahap pertama sebanyak 68 unit rumah ditargetkan selesai pada 5 Mei 2026 dan akan langsung dilakukan serah terima kunci kepada masyarakat. Selanjutnya, tahap kedua sebanyak 35 unit rumah ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026," tambahnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian meminta Pemkab Taput lebih serius dalam mengawal pembangunan hunian tetap bagi korban bencana tersebut. Tito menegaskan koordinasi antara pemerintah daerah dan kontraktor penting agar proses pembangunan huntap tidak terhambat.

Ia berharap warga terdampak bencana banjir dan longsor di Taput segera dapat tinggal di rumah yang aman, layak, dan nyaman kembali.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads