Sebanyak 13 ekor gajah liar di Kabupaten Siak, Riau, mengamuk dan merusak rumah dan sepeda motor perusahaan hutan tanaman industri (HTI). Beruntung tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Dalam video beredar terlihat satwa dilindungi itu jadi tontonan karyawan saat masuk ke mes perumahan. Tidak lama, sejumlah gajah berjalan ke arah orang ramai. Gajah langsung mengejar dan membuat karyawan lari berhamburan untuk menjauh.
Dirangkum detikSumut, berikut ini sederet fakta terkini soal insiden gajah ngamuk. Simak sampai akhir ya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta Gajah Liar Ngamuk di Siak
1. 5 Petak Rumah Karyawan Rusak
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan peristiwa gajah liar ngamuk terjadi pada Minggu pagi. Gajah tersebut ngamuk di mes karyawan PT Arara Abadi.
"Benar, kejadian tadi pagi di mes karyawan PT Arara Abadi. Dilaporkan oleh warga," kata Afni, Minggu (23/2/2026).
Afni telah meminta sejumlah perangkat terkait untuk turun memastikan kondisi di lapangan. Termasuk memastikan tidak ada korban jiwa.
"Sejauh ini laporan hanya 5 petak rumah karyawan dan kendaraan sepeda motor saja diinjak-injak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," kata Afni.
Dari laporan yang diterima Afni, gerombolan gajah sudah keliling di daerah itu sejak satu pekan terakhir. Namun baru kali ini masuk ke komplek perumahan karyawan merusak sejumlah fasilitas.
"Gajah ini sudah sepekan terakhir berputar-putar di sekitar lokasi. Bahkan ada gajah juga sudah pernah masuk ke Puskesmas beberapa waktu lalu," kata Afni.
2. Karyawan PT Arara Dievakuasi
Kepala Dusun Sukamaju, Arsi Nurfajri, menceritakan kronologi kejadian gajah liar ngamuk. Ia mengaku melihat gajah ngamuk saat hendak mengecek keberadaan sapi.
"Kita mau berangkat cek sapi, saat sampai di pos security dikasih tahu ada gajah lagi ngamuk. Itu sekitar jam 8 pagi kejadiannya, tetapi gajah ngamuk dari siap sahur," cerita saat dikonfirmasi.
Setelah dicek, baru terlihat rumah karyawan sudah hancur. Termasuk 3 unit motor rusak akibat diinjak-injak gajah.
"Setelah dilihat memang dampak kerusakan cukup parah. Mes karyawan hancur, sepeda motor 3 unit hancur diinjak-injak," kata Arsi.
"Jadi kalau rombongan gajah ini ada 13 ekor memang melintas terus. Kalau posisi gajah itu sudah lama berputar di situ, kemarin sore itu sudah melintas karena itu memang jalur gajah. Jadi memang sudah sering melintas, bahkan ada rambu-rambu jalur gajah," kata Arsi lagi.
Meskipun begitu, Arsi memastikan tak ada korban jiwa. Bahkan sejumlah karyawan di lokasi bersama keluarganya juga sudah dievakuasi.
"Korban jiwa tidak ada, cuma warga masyarakat yang tinggal di mes sempat dievakuasi. Ini baru mau kami update lagi kondisi di lapangan," kata Arsi.
3. Induk Gajah Ngamuk karena Anak Terperosok ke Septic Tank
Bupati Siak Afni Afni Zulkifli menjelaskan penyebab 13 ekor gajah liar sumatera ngamuk dan merusak rumah hingga motor milik karyawan PT Arara Abadi di Siak, Riau. Menurutnya, gajah itu merupakan induk karena anaknya terperosok ke dalam septic tank.
"Jadi gajah mengamuk itu diakibatkan anak terperosok masuk septic tank," terangnya.
Afni menyebut kawanan gajah selama ini tidak pernah mengganggu, tetapi kali justru mengamuk. Ternyata setelah ditelusuri karena sang anak gajah masuk dalam septic tank.
"Gajah kecil ini berusia sekitar 1 bulan dan telah dikembalikan ke kelompoknya. Jadi kawanannya ini menunggu anaknya di situ, ngamuk karena mungkin sudah bingung ya bagaimana cara menolong anaknya," kata Afni.
Setelah dievakuasi, sang induk langsung mengelilingi anak gajah. Ini memberikan makna penting dalam penanganan gajah serta memberikan tempat yang layak bagi satwa dilindungi tersebut.
"Ini pesan bagi kita semua, gajah juga mengamuk ada alasannya. Selama ini kawanan ini hanya melintas saja dan tidak mengganggu. Maka mari sama-sama lindungi gajah, jaga kelestariannya untuk sama-sama hidup berdampingan tanpa menyakiti," kata Afni.
Simak Video "Video: Momen Menegangkan Balai Besar KSDA Riau Selamatkan Anak Gajah Kena Jerat"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































