Doli Kurnia Kawal Laporan Kasus Korban Pelecehan Anak di Polres Asahan

Doli Kurnia Kawal Laporan Kasus Korban Pelecehan Anak di Polres Asahan

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 17 Feb 2026 13:30 WIB
Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia mendampingi orangtua anak korban pelecehan di Asahan membuat laporan. (Istimewa)
Foto: Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia mendampingi orangtua anak korban pelecehan di Asahan membuat laporan. (Istimewa)
Asahan -

Kasus dugaan pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh SS di Kisaran, Kabupaten Asahan terus meluas. Tercatat, korban saat ini lebih dari 4 anak.

Anggota DPR RI dari Dapil III Sumut Ahmad Doli Kurnia Tandjung turun langsung mendampingi orang tua korban melapor ke polisi dan KPAI. Pada Senin (16/2/2026), Wakil Ketua Baleg DPR RI ini kembali datang ke Asahan untuk bertemu dengan para korban lainnya.

"Saya memang langsung terbang dari Jakarta untuk bertemu dengan orang tua dan anak-anak itu, setelah mendapat informasi, ternyata sudah ada 8 anak lagi yang mengaku menjadi korban dari pelaku," ungkap Doli, Selasa (17/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Asahan, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Asahan, Fadhli, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu turut berdialog langsung dengan para orang tua anak.

Setelah mendengar pengakuan dari orang tua para korban, Doli turut menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dialami anak-anak.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Doli menegaskan beberapa langkah yang akan diambil ke depan.

Pertama, ia berkomitmen untuk terus bersama-sama orang tua untuk membantu proses pemulihan trauma bagi anak-anak.

Kedua, Presidium KAHMI itu juga menguatkan hati dan memberi semangat kepada para orang tua untuk tidak boleh takut, malu dan ragu-ragu untuk mengungkap kejadian itu.

Bahkan ia meminta kepada para orang tua yang hadir untuk mengajak orang tua-orang tua lain yang diketahui anaknya juga menjadi korban untuk buka suara. Ketiga, Doli juga mengajak orang tua korban yang belum terbuka untuk melaporkan tersangka ke pihak kepolisian.

Setelah berdialog selama kurang lebih dua jam, para orang tua korban akhirnya sepakat untuk melaporkan SS ke Polres Asahan, dengan didampingi Ahmad Doli Kurnia.

"Memang saya sudah buat janji dengan Kapolres untuk datang ke Kantor Polres. Tadinya saya ingin menguatkan dan memberikan dukungan penuh kepada pihak Polres untuk memproses segera dan secepat mungkin, kemudian memastikan agar tersangka diberi sanksi hukuman yang seberat-beratnya. Namun, berdasarkan kesepakatan, para orang tua meminta saya untuk mengantarkan mereka dan juga memberikan laporan tambahan," jelasnya.

Doli juga menegaskan bahwa anak-anak tersebut betul merupakan tanggung jawab para orang tua masing-masing. Namun, konstitusi menyatakan bahwa setiap anak Indonesia juga menjadi tanggung jawab negara, dalam hal ini pemerintah.

"Jadi saya sebagai wakil pemerintah juga merasa punya tanggung jawab kepada mereka. Karena mereka, anak-anak Asahan, anak-anak Indonesia, adalah masa depan bangsa dan negara kita. Jadi kita semua punya tanggung jawab terhadap mereka. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa, mari kita sama-sama lawan penyakit ini. Terakhir, saya nyatakan kepada kalian, para predator anak, saya akan menghadapikalian, siapa pun kalian. Saya akan perang melawan kalian," pungkas Doli.




(ksr/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads