Kala Bangunan Bersejarah di Siak Runtuh hingga Bikin Belasan Pelajar Luka

Round Up

Kala Bangunan Bersejarah di Siak Runtuh hingga Bikin Belasan Pelajar Luka

Tim detikSumut - detikSumut
Minggu, 01 Feb 2026 07:30 WIB
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dan Bupati Afni Z mengunjungi korban gedung Tangsi Belanda yang roboh, Sabtu (31/1/2026).
Foto: Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dan Bupati Afni Z mengunjungi korban gedung Tangsi Belanda yang roboh. (dok. Istimewa)
Siak -

Tangsi Belanda, salah satu bangunan bersejarah di Siak runtuh. Runtuhnya bagian lantai dua bangunan itu saat ada kunjungan oleh pelajar.

"Runtuh sekitar pukul 09.00 WIB, saat itu ada rombongan pelajar study tour SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam. Pelajar sedang berada di lantai 2 Bangunan Tangsi Belanda tersebut," kata Bupati Siak, Afni Zulkifli, Sabtu (31/1/2026).

Afni mengungkap bangunan lantai dua runtuh saat para pelajar berada di lokasi itu. Struktur lantai 2 runtuh secara mendadak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peserta dan pendamping terjatuh serta tertimpa material bangunan," ujar Afni.

Pelajar dan guru dari sekolah yang sedang kunjungan belajar di gedung bersejarah dan salah satu lokasi destinasi wisata di Kota Pusaka menjadi korban.

ADVERTISEMENT

"Total korban ada 16 orang. Ada pelajar 15 orang dan guru pendampin," tuturnya.

Afni menyebut delapan korban ditangani medis dan dirawat di RS Tengku Rafian Siak. Ada satu korban yang dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru karena luka di kepala.

"Satu korban dirujuk ke Pekanbaru. Kondisi stabil, cedera di kepala perlu memastikan semuanya baik-baik saja," sebutnya.

Bangunan yang runtuh itu ternyata sudah berusia tua. Tangsi Belanda diperkirakan sudah berusia 200 tahun.

"Tangsi Belanda merupakan cagar budaya berusia lebih dari 2 abad," jelasnya.

Afni menjelaskan, sejak pertama kali menjabat sudah meminta tolong ke Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan. Khususnya untuk revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah.

"Kami sangat bermohon sekali, sekiranya Bapak Menteri Kebudayaan dapat hadir di Siak melihat kondisi cagar budaya peninggalan Kerajaan Siak dan Belanda yang berusia lebih dari 1 abad bahkan 2 abad," paparnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads