Golkar Teriakkan Perlawanan ke Edy Rahmayadi, Ada Apa?

Golkar Teriakkan Perlawanan ke Edy Rahmayadi, Ada Apa?

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 15:14 WIB
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumut Ilhamsyah (Ahmad Arfah/detikSumut)
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumut Ilhamsyah (Ahmad Arfah/detikSumut)

Pemprov Sumut memulai pelaksanaan proyek perbaikan jalan yang menggunakan anggaran Rp 2,7 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk memperbaiki 450 km jalan di Sumut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan proyek perbaikan jalan ini sudah sangat dibutuhkan. Dari data mereka, total 580 km jalan rusak yang ada di Sumut.


"Kita maunya semua, tetapi sampai 2024 dana yang kita miliki Rp2,7 triliun dan itu hanya bisa untuk 450 Km, jadi kita harus memilih yang prioritas. Ke depannya, kita akan selesaikan semuanya," kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

Perbaikan jalan ini akan dilakukan di jalan milik provinsi di 33 kabupaten dan kota yang ada di Sumut. Salah satu jalan yang diperbaiki yaitu berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Di kecamatan ini, 12 km jalan yang akan diperbaiki. Jalan yang akan diperbaiki ini nantinya menjadi jalan alternatif dari Kota Medan menuju Berastagi, Karo.

Jalan yang akan dibangun ini akan masuk dalam tiga kategori, yaitu jalan strategis menuju tempat wisata unggulan, jalan yang direkomendasikan kepala daerah dan jalan penunjang prioritas nasional.

"Ini salah satunya yang kita bangun panjangnya 12 km, drainase dan jembatan. Jalan ini strategis, jadi kita buat harus sejajar dengan jalan utama, bukan alternatif biasa karena kita perlu memperlancar arus wisatawan, distribusi hasil tani dan pembangunan. Labusel (Labuhanbatu Selatan) tidak termasuk karena di sana tidak ada jalan berstatus provinsi," kata Edy Rahmayadi.

Untuk diketahui, perbaikan jalan ini akan menggunakan APBD Provinsi Sumut dengan model tahun jamak (multiyears). Pembayaran pertama dilakukan akhir 2022 sebesar Rp 500 M, akhir 2023 Rp1,5 triliun dan akhir 2024 Rp 700 miliar.


(afb/astj)