Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan membongkar jaringan narkoba yang diduga berkaitan dengan jaringan internasional Malaysia-Palembang-PALI. Dalam pengungkapan ini, petugas menyita total 47,076 kilogram (kg) sabu, 9.439 butir ekstasi hingga ribuan cartridge berisi cairan narkotika.
Sabu seberat 46 kg itu disita petugas dari dua pelaku yakni MB (34) seberat 3 kg, dan DD (46) dengan sabu seberat 43 kg.
Sabu 43 kg itu disimpan pelaku DD di bagian body mobil. Narkoba tersebut dibawa dari Palembang dan rencananya dikirim ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Hisar Siallagan mengatakan pengungkapan dilakukan dalam dua kasus berbeda dengan dua tersangka yakni MB, dan DD.
"Dalam ungkap kasus tersebut, kita berhasil melakukan pengungkapan dua kasus yang diduga ada kaitannya dengan jaringan internasional Malaysia-Palembang-PALI," kata Hisar saat konferensi pers di Kantor BNNP Sumsel, Rabu (2/9/2026).
Selain sabu, petugas mengamankan 9.439 butir ekstasi dengan berbagai logo serta 1.272 cartridge berisi cairan yang mengandung narkotika golongan II.
Kata dia, kasus dengan barang bukti terbesar melibatkan tersangka DD. Kasus itu terungkap setelah petugas mendapat informasi mengenai adanya pengiriman narkoba dari PALI menuju Palembang.
Kronologi Kejadian
Hisar mengatakan DD mendapat telepon dari seseorang berinisial YM pada Minggu (23/8/2026) malam. Dia diminta berangkat dari PALI menuju Palembang.
Petugas yang mendapat informasi tersebut kemudian melakukan penyelidikan. DD diketahui berangkat ke Palembang pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Sehari kemudian, DD kembali dihubungi YM. Dia diminta mengambil sebuah mobil yang terparkir di halaman RS Siti Fatimah Palembang.
Mobil tersebut kemudian dibawa DD untuk dikirim ke PALI. Petugas yang telah membuntuti pergerakannya langsung melakukan pengejaran.
"Karena ada informasi barang haram yang akan masuk ke Palembang, anggota kita langsung melakukan penyelidikan," ujar Hisar.
Pengejaran berakhir di sebuah SPBU di Jalan Srijaya Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. DD kemudian ditangkap.
Saat mobil diperiksa, petugas menemukan 43 kg sabu. Barang haram tersebut disembunyikan di bagian body mobil, tepatnya pada sisi kiri dan kanan.
"Oleh anggota kita dilakukan pembuntutan dan pengejaran terhadap tersangka, sehingga terjadi penangkapan di SPBU Pertamina di Kabupaten Ogan Ilir," katanya.
Sementara itu, kasus lainnya melibatkan tersangka MB. Dia ditangkap di rumahnya di kawasan Perumahan Kirana Surya II, Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada Rabu (19/8/2026).
Dari rumah MB, petugas menemukan 4,076 kg sabu yang dikemas dalam tiga bungkus plastik. Polisi juga menyita 9.439 butir ekstasi dengan berbagai logo.
Tak hanya itu, ditemukan 140 cartridge berisi cairan yang mengandung narkotika golongan II. Barang tersebut terdiri atas 101 cartridge dengan berat bruto 892 gram dan 39 cartridge dengan berat bruto 380 gram.Polisi juga mengamankan kristal putih seberat 1,076 gram.
Hisar mengatakan MB awalnya ditawari menjadi kurir oleh seseorang berinisial AP. Tawaran tersebut diterima MB setelah mendapat telepon pada Sabtu (15/8).
Dua hari kemudian, MB mendapat lokasi dan foto barang yang harus diambil. Dia kemudian mengambil karung berisi narkoba dan membawanya pulang.
Barang tersebut kemudian dipindahkan ke dalam tas dan disimpan di lemari kamar. Namun, polisi lebih dulu mengendus aksi tersebut hingga akhirnya MB ditangkap.
"Untuk kedua tersangka ini sendiri, dari data kita mereka bukanlah pemain baru. Dari hasil penyelidikan, pola pengiriman mereka mulai terbaca oleh kita," ungkapnya.
Hisar mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi BNNP Sumsel dengan Polda Sumsel dan Bea Cukai Sumbagtim.
Hisar menyebut narkoba tersebut masuk ke Sumsel melalui jalur darat. Meski demikian, titik masuk barang haram tersebut ke Sumsel masih didalami.
"Barang haram ini sendiri masuk melalui jalur darat, sedangkan untuk jalur masuk ke Sumsel sendiri kita belum terdeteksi," ujarnya.
