Polisi memeriksa 14 orang warga Suku Anak Dalam (SAD) terkait pengeroyokan anggota TNI di Sarolangun, Jambi. Belasan orang tersebut telah menyerahkan diri ke polisi pascakejadian.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menyebut bahwa 14 orang tersebut masih dalam pemeriksaan di Polres Sarolangun. Mereka menyerahkan diri sejak Minggu (30/8) hingga Senin (31/8) pagi.
"Masih pemeriksaan sementara ada 14 orang," kata Erlan kepada detikSumbagsel, Senin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlan menjelaskan bahwa pemeriksaan masih terus berjalan. Sementara, polisi belum menentukan status dari 14 orang tersebut.
"Tunggu proses pemeriksaanya ya," ujar Erlan.
Lima orang warga SAD sebelumnya menyerahkan diri pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Mereka merupakan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Air Panas yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI-AD Yonif 896/Serumpun Pseko di area kebun sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, pada Jumat (28/8/2028).
Kelima orang yang menyerahkan diri tersebut masing-masing berinisial R, D, W, RN dan J. Kelimanya diketahui belum memiliki identitas kependudukan berupa KTP.
Video keributan anggota TNI dan warga SAD itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok warga SAD menyerang anggota TNI. Ketegangan terjadi usai kelompok SAD tersebut diduga melakukan pencurian buah sawit di lokasi perusahaan tersebut.
Anggota TNI yang diperbantukan berupaya menegur warga SAD usai mendapat laporan petugas keamanan perusahaan. Namun, ketegangan itu berujung lima anggota TNI tersebut diserang warga SAD.
Dalam video beredar, anggota TNI tersebut mendapatkan serangan berupa pukulan, tendangan, hingga ancaman senjata tajam, meski aparat tidak melakukan perlawanan. Salah satu anggota berupaya menghindar dan meminta warga untuk menahan diri.
Akibat desakan massa, seorang anggota TNI menghindar dan terjatuh ke dalam semak-semak, hingga menjadi sasaran pengeroyokan massa, sebelum akhirnya diselamatkan oleh rekan-rekannya.
Kronologi Anggota TNI Dikeroyok
Komandan Komando Distrik Militer (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu), Brigjen TNI Nyamin menyebut bahwa kelompok SAD tersebut kepergok anggota TNI yang sedang patroli sedang membawa tandan buah segar (TBS). Kemudian, lima anggota TNI yang diperbantukan tugas keamanan perusahaan tersebut merekam aksi warga SAD.
"Berawal dari pencurian buah sawit kepergok patroli petugas dan direkam oleh petugas," kata Nyamin saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Minggu (30/8/2026).
Saat merekam itu, kata Nyamin, warga SAD tersebut tidak terima. Sehingga, mereka berupaya merebut HP dan terjadi perselisihan.
"Mereka (warga SAD) tidak terima dan berusaha merebut HP anggota dan membantingnya," ujar Nyamin.
