Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Palembang menggagalkan penyelundupan baby benih lobster atau benur. Benur - benur ini diamankan di perairan Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi.
"Tim Lanal Palembang berhasil mengamankan 25 boks benih lobster atau kurang lebih 125.000 ekor benur yang ditaksir dengan nominal sekitar Rp 6 miliar lebih," kata Komandan TNI AL Palembang, Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, Selasa (5/5/2026).
Arry menjelaskan penggagalan benih lobster terjadi di Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, pihaknya menerima informasi adanya penyelundupan Baby Benih Lobster di wilayah Jambi. Tim Satgas Rajawali Lanal Palembang mendapat perintah dari pasintel untuk melaksanakan penyekatan di daerah Kuala Lagan dan Kuala Mendahara.
"Pada pukul 22.10 WIB, tim mendengar ada suara speedboat mengarah keluar dari Kuala Mendahara. Tim melihat ada pergerakan speedboat yang mencurigakan dan dilakukan pengejaran,"katanya.
Saat dikejar, kata Arry, tim memberikan isyarat dengan lampu senter agar speedboat berhenti. Namun masih tidak mau berhenti sehingga dilakukan pengejaran.
"Saat pengejaran kita berikan tembakan peringatan. Speed tersebut masih melarikan diri dan mengandalkan speednya ke hutan bakau Kuala Sinar Kalimantan dan pelaku berhasil melarikan diri ke hutan bakau," katanya.
Menurut Arry, saat pengejaran pihaknya mengalami kendala. Speedboat yang digunakan kandas sehingga dua pelaku melarikan diri ke hutan bakau.
"Jika dikejar juga membahayakan karena itu hutan bakau, ada buaya muara dan hal lainnya serta pertimbangan keselamatan tim. Sehingga tim hanya berhasil mengamankan 25 boks BBL saja," ujarnya.
Arry menyebut, BBL yang berhasil diamankan ini merupakan benur jenis pasir yang biasanya di dapat dari pesisir Sumatera atau dikirim dari selatan Pulau Jawa.
"Selain mengamankan benih lobster kami juga mengamankan barang bukti berupa speedboat milik pelaku," ungkapnya.
Arry menambahkan untuk benih lobster ini langsung diserahkan ke PSDKP untuk pengawasan dan pelepasannya nanti.
"Biasanya BBL ini dilepaskan di Lampung," ujarnya.
