Narapidana di Lapas Narkotika Banyuasin Meninggal Dunia, Polisi Selidiki

Sumatera Selatan

Narapidana di Lapas Narkotika Banyuasin Meninggal Dunia, Polisi Selidiki

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 15 Mar 2026 12:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi tewas (Foto: Dok.Detikcom)
Banyuasin -

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaporkan meninggal dunia, setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Peristiwa tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Diketahui korban bernama Sandi (29), warga Talang Jambe, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi lapas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban dibawa ke IGD RS Sukajadi oleh petugas lapas menggunakan ambulans pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 20.40 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, korban dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit atau death on arrival (DOA)," ujar Nandang, Sabtu (14/3/2026).

Nandang menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter IGD RS Sukajadi, pemeriksaan awal terhadap fungsi pernapasan, jantung, dan otak menunjukkan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada korban. Hasil rekam jantung juga memperlihatkan bahwa fungsi jantung telah berhenti.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dari keterangan sejumlah saksi sesama narapidana, sebelum kejadian korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak badan.

"Korban sempat mengatakan kepada temannya bahwa badannya terasa seperti masuk angin. Setelah itu korban pergi ke kamar mandi untuk mandi," jelasnya.

Namun, tidak lama kemudian terdengar suara ember jatuh dari kamar mandi. Teman sekamar korban kemudian mendatangi lokasi dan menemukan korban sudah tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Para narapidana lainnya kemudian mengangkat korban ke tempat tidur dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas piket di dalam lapas. Korban selanjutnya dibawa ke klinik lapas untuk mendapatkan penanganan medis.

Perawat klinik lapas yang memeriksa korban menyatakan kondisi korban sudah tidak merespons dengan tekanan darah sangat lemah. Setelah berkoordinasi dengan dokter lapas, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Korban kemudian dibawa ke RS Sukajadi menggunakan ambulans. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, korban dinyatakan meninggal dunia," kata Nandang.

Keluarga korban yang merasa janggal dengan kematian tersebut kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Talang Kelapa.

Selanjutnya, polisi melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan visum terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.

"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap korban dan telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai. Kendati demikian, visum luar tetap dilakukan oleh pihak rumah sakit," ungkapnya.

Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Talang Jambe, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut dan juga menunggu hasil visum dari RS Mohammad Bhayangkara Palembang ," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads