Keluarga Wanita yang Tewas Dibunuh di Muara Enim Minta Kasus Diusut Tuntas

Sumatera Selatan

Keluarga Wanita yang Tewas Dibunuh di Muara Enim Minta Kasus Diusut Tuntas

Mutiara Helia Praditha, Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 29 Jan 2026 16:00 WIB
Keluarga Wanita yang Tewas Dibunuh di Muara Enim Minta Kasus Diusut Tuntas
Foto: Anak almarhum Sri Wulandari, wanita yang tewas dengan kondisi terjerat tali di Muara Enim. (Desti Wulandari)
Palembang -

Duka mendalam menyelimuti keluarga Sri Wulandari (53), wanita yang jasadnya ditemukan di bekas kebun nanas di Muara Enim. Keluarga berharap kasus kematian Sri diusut tuntas.

Sri diketahui merupakan warga Jalan KH Balqi, Lorong Banten II, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang. Korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polrestabes Palembang pada Sabtu (24/1/2026).

Empat hari berselang, jasad korban ditemukan dengan kondisi leher terjerat tali pada Rabu (28/1/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak bungsu korban, Indy Azzahra Adriani mengatakan bahwa ibunya terakhir terlihat pada Kamis (22/2026) sore. Sebelumnya, komunikasi korban dan keluarga berjalan baik.

"Pagi hari kami masih sempat komunikasi via WhatsApp hingga pukul 14.00 WIB. Ini bilang mau menemani rekan kerja minta diantar ke travel Musi 6 tujuan Prabumulih untuk menemui anak dan istrinya," ujar Indy, kemarin.

ADVERTISEMENT

"Ibu baru bekerja di dapur SPPG dan pekerjaannya hanya membantu saja. Sebelumnya kami ada usaha jual tabung gas dan penitipan motor di rumah. Hubungan ibu dengan pelaku hanya sebatas rekan kerja," tegasnya.

Indy mengatakan sepeda motor milik korban yang digunakan untuk mengantar pelaku hingga kini belum diketahui keberadaannya. Bahkan, dokumen penting berupa BPKB kendaraan tersebut juga dilaporkan hilang dari rumah korban.

"Itu motor mama saya. Sampai jenazah mama diantar ke rumah, motornya tidak ada. BPKB di rumah juga sudah tidak ada," ungkapnya.

Keluarga menduga hilangnya kendaraan dan dokumen tersebut berkaitan erat dengan aksi pelaku. Mereka menilai terdapat unsur perencanaan karena sejumlah barang penting korban diduga telah diambil sebelum atau sesudah kejadian.

"Ini sudah ibaratnya berencana. Bawa tali, BPKB mama sudah tidak ada di rumah. Kalau berencana, ya harus dihukum berat, seumur hidup atau lebih dari itu," tegas pihak keluarga.

Ditambahkan Indy, jenazah ibunya sudah dikebumikan kemarin di TPU Telaga Swidak setelah sempat di bawa ke RSUD Prabumulih.

"Kami keluarga berharap kepada Polisi kasus ini bisa terungkap dengan jelas. Karena diduga kematian ibunya sudah direncanakan," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads