AN (38), pembunuh pegawai SPPG di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Wulandari (50) ternyata rekan kerja korban. Kepada polisi, pelaku tega membunuh korban karena kesal dengan korban yang memeluknya saat berada di atas motor.
"Kesal Pak dia nak (mau) peluk saya terus, saya sudah punya istri," katanya, Rabu (28/1/2026).
Menurut pengakuan dari pelaku, saat itu ia hendak pergi ke Desa Gaung Asam, Muara Enim, untuk mengembalikan terpal yang pelaku pinjam, Kamis (22/1/2026) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, korban mengajak pelaku pergi jalan-jalan. Akan tetapi pelaku menolak ajakan tersebut, karena ia hendak berangkat ke Muara Enim.
Saat pelaku hendak berangkat dari tempat bekerjanya, korban memaksa ikut dengannya. Sehingga pelaku memutuskan untuk membonceng korban menggunakan sepeda motor korban.
"Saya mau berangkat ke dusun mau balikan terpal ke tempat mamang saya, mau naik travel. Karena dia (korban) maksa mau ikut, ya sudah pakai motor dia saja," katanya kepada wartawan.
Kemudian keduanya melakukan perjalanan ke Muara Enim menggunakan motor korban, tetapi dalam perjalanan, AN mengaku merasa terganggu karena korban terus memegang dan menggerayanginya di atas sepeda motor.
Pelaku yang kesal lantas menghentikan motor dan menjegal kaki korban hingga terjatuh. AN kemudian menekan dada korban, saat itu Wulandari melakukan perlawanan. Pelaku menjerat lehernya menggunakan jilbab yang dikenakan oleh korban.
"(Kenapa kamu jerat menggunakan jilbab?) sempat melawan, makanya saya lilit pakai jilbab. Tahu Pak kalau dia mati," ujarnya.
Pelaku kemudian meninggalkan korban disemak-semak di lokasi penemuan jasad korban. Pelaku membawa motor korban hingga ke wilayah Lembak dan meninggalkan motor tersebut.
"Pulang ke Palembang naik travel. Motornya saya tinggalkan di Lembak kuncinya juga saya buang," ujarnya.
Setelah melakukan aksinya, menurut keterangan pelaku, ia akhirnya berani menyerahkan diri ke rumah salah satu anggota polisi dan dibawa ke Polsek Ilir Barat 1. Pelaku juga sudah mengakui semua perbuatannya.
"Sudah tahu risikonya Pak, saya tanggung sendiri," tuturnya.
Diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari pelaku, korban bernama Wulandari (50) seorang pekerja di SPPG yang sama dengan pelaku.
"Pelaku sebagai OB dan korban tukang cuci ompreng. Pelaku dan korban adalah rekan kerja sama-sama di SPPG," kata Kapolsek Ilir Barat 1 Kompol Fauzi Saleh.
Setelah menyerahkan diri, pihaknya menyerahkan pelaku ke Polres Muara Enim untuk diproses lebih lanjut di sana.
"Diserahkan ke Satreskrim Polres Muara Enim untuk diproses di sana," ujarnya.
(csb/csb)











































