Jadwal penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu kembali terganggu akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Hingga Minggu (6/9/2026) siang, tercatat 14 penerbangan dari dan menuju Bengkulu mengalami pembatalan.
Belasan penerbangan tersebut berasal dari empat maskapai, yakni Batik Air, Super Air Jet, Citilink dan Susi Air. Gangguan terjadi setelah sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap jalur penerbangan, termasuk operasional penerbangan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
Dari data penerbangan yang terdampak, Batik Air tercatat membatalkan empat penerbangan yang menghubungkan Bengkulu dan Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antaranya penerbangan ID 6819 rute Bengkulu-Jakarta yang sedianya berangkat pukul 06.00 WIB. Kemudian penerbangan ID 6814 rute Jakarta-Bengkulu dengan jadwal keberangkatan pukul 15.10 WIB serta ID 6818 rute Jakarta-Bengkulu yang dijadwalkan berangkat pukul 16.30 WIB.
Sementara itu, Super Air Jet juga mencatat empat penerbangan yang dibatalkan. Penerbangan tersebut terdiri dari rute Jakarta-Bengkulu dan Bengkulu-Jakarta dengan jadwal keberangkatan pada pagi hingga siang hari.
Empat penerbangan Super Air Jet yang terdampak yakni IU 834 rute Jakarta-Bengkulu, IU 834 rute Jakarta-Bengkulu pada jadwal berikutnya, IU 835 rute Bengkulu-Jakarta serta IU 831 rute Bengkulu-Jakarta.
Gangguan penerbangan juga terjadi pada Citilink. Sebanyak empat penerbangan maskapai tersebut masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.
Penerbangan yang terdampak yakni Citilink nomor IU 991 dan IU 907 rute Bengkulu-Jakarta serta IU 990 dan IU 906 rute Jakarta-Bengkulu.
Selain penerbangan menuju Jakarta, dampak erupsi juga dirasakan pada rute penerbangan regional. Susi Air mencatat dua penerbangan yang dibatalkan, yakni SI 7250 rute Pagar Alam-Bengkulu yang dijadwalkan berangkat pukul 08.35 WIB dan SI 7253 rute Bengkulu-Mukomuko dengan jadwal keberangkatan pukul 09.05 WIB.
Dengan demikian, total terdapat 14 penerbangan yang terdampak di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu hingga pembaruan Minggu siang.
Sebelumnya, informasi awal menyebutkan empat penerbangan mengalami pembatalan. Namun, jumlah tersebut terus bertambah seiring perkembangan kondisi penerbangan dan dampak sebaran abu vulkanik.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya mengatakan, keputusan pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan kru pesawat.
"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Trisna, Minggu (6/9/2026).
Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk menangani penumpang yang terdampak serta memperbarui informasi penerbangan.
Trisna mengimbau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Fatmawati Soekarno untuk tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya.
"Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Fatmawati Soekarno diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya," ujarnya.
Manajemen InJourney Airports Bandara Fatmawati Soekarno menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa di tengah kondisi penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
