Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan. Salah satunya yakni dengan menyisikan pendapatan.
Diketahui, Lampung Financial Festival 2026 hari kedua digelar di Hotel Novotel Lampung, Minggu (6/9/2026).
Dalam diskusi tersebut, Herman membagikan sejumlah tips kepada masyarakat dalam mengelola pendapatan, termasuk pentingnya menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi dan kebutuhan masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk mulai berinvestasi. Menurutnya, investasi dapat dimulai dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin.
"Kalau kita punya rezeki, kita harus menyisihkan pendapatan untuk masa depan," katanya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar memiliki simpanan di bank sebagai bagian dari pengelolaan keuangan. Selain tabungan, masyarakat dapat mempertimbangkan sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kemampuan dan profil risikonya.
"Yang tepat kapan kita harus investasi? Ya sekarang. Kita harus sisihkan pendapatan, minimal punya tabungan di bank," ujarnya.
Herman menyebut masyarakat juga dapat memilih instrumen investasi lain, seperti emas, saham, maupun obligasi negara.
"Selain tabungan ada emas, saham, dan obligasi negara. Itu bisa dibeli melalui mobile banking," jelasnya.
Menurut Herman, kebiasaan menyisihkan pendapatan sejak dini penting dilakukan agar masyarakat memiliki persiapan keuangan untuk kebutuhan di masa mendatang.
"Kalau kita punya rezeki, kita harus sisihkan pendapatan untuk masa depan," ujarnya.
