Puncak Musim Kemarau, Hujan Lokal Masih Berpeluang Guyur Sumsel

Sumatera Selatan

Puncak Musim Kemarau, Hujan Lokal Masih Berpeluang Guyur Sumsel

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 02 Sep 2026 22:00 WIB
Ilustrasi hujan deras
Ilustrasi hujan deras (Foto: Reiza Pahlevi/detikcom)
Palembang -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada periode 1-6 September 2026. Meski demikian, hujan diperkirakan tidak terjadi secara merata terjadi di seluruh wilayah.

"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, terlihat potensi kemunculan awan hujan pada periode 1-6 September 2026. Namun secara umum peluang pertumbuhan awan hujan di Sumsel tersebut kemungkinan tidak merata di seluruh wilayah," ujar Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Sumsel saat ini masih berada dalam kondisi puncak musim kemarau. Namun, kondisi itu bukan berarti tak ada hujan sama sekali. Hujan tetap ada, namun pada kategori rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumsel masih berada dalam periode puncak musim kemarau dan prediksi curah hujan September 2026, secara umum berada pada kategori rendah serta cenderung bawah normal," katanya.

"Hujan masih memungkinkan terjadi, terutama yang sifatnya lokal atau sporadis di beberapa wilayah atau titik-titik tertentu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai contoh, hujan terpantau di wilayah Pagar Alam dan Lahat pada 31 Agustus lalu pada sore hari berdasarkan pemantauan radar cuaca.

Di kawasan Pagar Alam, tercatat curah hujan sekitar 29,6 milimeter atau masuk kategori intensitas hujan sedang. Hujan tersebut bahkan disertai dampak berupa bencana angin puting beliung di Perumnas Pagar Jaya, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan.

Pada hari yang sama, hujan juga terpantau di sekitar wilayah Babat Toman, Musi Banyuasin. Hujan yang terjadi di wilayah tersebut juga bersifat lokal.

"Ini menunjukkan bahwa meskipun sedang berada pada puncak musim kemarau, tetap ada peluang pertumbuhan awan hujan. Tapi, tidak dapat diartikan bahwa seluruh wilayah Sumsel akan mengalami hujan secara merata setiap harinya," jelasnya.

"Namun demikian, potensi awan hujan tetap perlu dimonitor secara harian karena perkembangan awan konvektif sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads