Cek Desil DTKS dan Ketahui Masalah Indikasi Judi Online Penerima Bansos

Cek Desil DTKS dan Ketahui Masalah Indikasi Judi Online Penerima Bansos

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 02 Sep 2026 15:00 WIB
Ilustrasi cek desil penerima bansos 2026.
Ilustrasi cek desil. (Foto: Gemini AI Ilustrasi)
Palembang -

Mengecek desil secara online menggunakan NIK KTP menjadi cara praktis untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga sekaligus status kepesertaan bantuan sosial (bansos). Informasi ini kian krusial seiring banyak temuan penerima bansos terindikasi judi online (judol).

Istilah desil sering disampaikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) saat mengumumkan program bantuan, masih banyak masyarakat yang belum memahami arti desil, kriteria pembagiannya, serta dampaknya terhadap hak penerimaan bansos.

Pengertian Desil dan Tingkatannya

Berdasarkan penjelasan Dinas Sosial, desil merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, mulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingkat kesejahteraan ini dibagi menjadi 10 tingkatan (Desil 1 hingga 10):

  • Desil 1-4: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang diprioritaskan utama untuk menerima bansos.
  • Desil 5: Kelompok dengan taraf hidup pas-pasan (rentan) dan umumnya tidak menjadi prioritas bansos reguler.
  • Desil 6-10: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan tidak berhak menerima bantuan sosial.

Jika status desil suatu rumah tangga bergeser ke angka 6 atau lebih tinggi, maka secara otomatis hak penerimaan bansos akan terhenti.

ADVERTISEMENT

Pengaruh Terhadap Bantuan Sosial

Peringkat desil rumah tangga bersumber dari pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos yang disinergikan dengan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS). Status desil menentukan jenis bantuan yang dapat diterima:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Diprioritaskan untuk Desil 1-4.
  • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT / Sembako): Diprioritaskan untuk Desil 1-4.
  • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK BPJS): Meliputi Desil 1-5.
  • Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI): Meliputi Desil 1-5 (berdasarkan hasil asesmen kebutuhan).
  • Bansos Khusus / Darurat Lainnya: Disesuaikan berdasarkan kriteria asesmen Kemensos.

Cara Cek Desil Online

1. Via Situs Cek Bansos Kemensos

Situs Cek Bansos Kemensos mengalami perubahan tampilan. Sebelumnya, penerima perlu memasukan nama lengkap beserta alamat domisili, saat ini, sudah tidak lagi. Masyarakat hanya perlu mengisi nomor NIK KTP dengan benar serta kode huruf yang muncul.

Adapun panduan lengkap untuk cek desil penerima bansos sebagai berikut:

  • Buka link https://cekbansos.kemensos.go.id/
  • Masukkan NIK KTP
  • Isi Kode Huruf yang muncul di kolom
  • Klik tombol "Cari Data"

Secara otomatis akan muncul hasil pencarian data yang diinput. Terdapat nama, desil, bansos sembako, PKH, dan PBI JK. Untuk mengetahui desil, lihat huruf yang tertera pada kolom tersebut. Jika tertulis angka 1, 2, 3, atau 4, yang bersangkutan bisa mendapatkan bantuan.

Untuk memastikannya sebagai penerima bansos, cek apakah salah satu bansos statusnya tertulis "YA". Jika penerima bantuan BPJS PBI, akan ada keterangan periode yang berlaku.

2. Via Aplikasi Cek Bansos

Pengecekan menggunakan aplikasi Cek Bansos Kemensos dilakukan secara online dengan cara mengunduh di Play Store atau App Store. Setelah aplikasi terunduh, detikers bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Buka aplikasi Cek Bansos Kemensos
  • Masuk ke menu "Cek Bansos"
  • Masukkan nomor NIK 16 digit dengan benar
  • Klik "Cari Data"

Secara otomatis akan muncul data yang dicek dengan keterangan desil dan status penerima bansos atau bukan. Cek pada bagian bansos BPNT, apabila tertulis "Ya" maka nomor NIK tersebut berhak mendapatkan bansos. Jika "Tidak" berarti bukan penerima bansos.

Isu Indikasi Judi Online pada Penerima Bansos

Verifikasi desil kini berjalan beriringan dengan pengetatan penerima bantuan yang terindikasi transaksi judi online. Sebagai contoh, di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sebanyak 3.152 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berpotensi dicoret dari kepesertaan bansos PKH dan BPNT berdasarkan penelusuran aliran transaksi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pemerintah daerah melalui pendamping PKH dan Dinas Sosial melakukan konfirmasi langsung serta pengecekan transaksi pada rekening bank hingga dompet digital (e-wallet) seperti DANA atau GoPay. Penindakan tegas ini dilakukan agar dana bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan dipergunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk judi online.

Bagi penerima yang terbukti melakukan aktivitas judol, diimbau untuk segera menghentikan kegiatan tersebut, memulihkan perilaku, serta menonaktifkan akun dompet digital yang terhubung.

Solusi Jika Desil Terindikasi Judol

Bagi warga penerima bansos yang merasa tidak pernah bermain judi online tetapi kepesertaannya terblokir akibat terindikasi judol, proses sanggahan dapat dilakukan melalui mekanisme administrasi di tingkat desa atau kelurahan:

1. Datangi Kantor Desa/Kelurahan: Temui operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) di kantor desa atau kelurahan setempat.

2. Pengajuan Menu Sanggah Judol: Operator desa akan membukakan menu khusus sanggah bansos dengan kategori tuduhan judi online.

3. Unggah Dokumen Pendukung:

  • Melampirkan surat pernyataan/berita acara klarifikasi yang telah divalidasi oleh perangkat desa setempat.
  • Melampirkan foto kondisi rumah terbaru yang terverifikasi dalam sistem profil DTSEN.
  • Verifikasi Ulang: Setelah berkas disubmit oleh operator, verifikator Dinas Sosial akan meninjau ulang kelayakan KPM tersebut untuk dipulihkan status penerimaan bansosnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pemprov Jakarta Akan Tertibkan Penerima Bansos yang Main Judol"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads