Polisi mengungkap detik-detik tukang pijak berinisial MY (51), dibunuh oleh pelanggannya, ER (61), di perkebunan Sawit Desa Kace, Kabupaten Bangka. Sebelumnya dibunuh, pelaku berpura-pura meminta pijat dengan korban. Kasus ini dilatarbelakangi pelaku ingin menguasai harta korban.
"Pelaku berpura-pura memesan jasa pijat/urut kepada korban dengan alasan badan pegal, padahal niat pelaku sesungguhnya adalah untuk melumpuhkan korban dan mengambil barang berharga milik korban," kata Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe di Mako, Senin (31/8/2026).
Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut terjadi pada Jumat (21/8), di Dusun 4, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat. Aksi pencurian itu muncul setelah melihat korban kerap mengenakan perhiasan emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku sudah dua kali pijat/urut kepada korban. Jadi pelaku memperhatikan bahwa korban selalu menggunakan perhiasan berupa gelang emas yang jika dijual bisa menghasilkan banyak uang. Sehingga muncul niat merampas emas korban," tegas Kapolres.
Pelaku mengatur siasat yaitu berpura-pura ingin dipijat tapi di rumahnya. Korban yang merupakan tukang pijat keliling mengiyakan permintaan pelaku.
Lanjut Kapolres, korban dijemput pelaku di Gapura Aspol Sungaiselan menuju ke TKP atau ke rumah kosong tempat dirinya dulu bekerja. Sebelum pijat, pelaku menawarkan akan meminjamkan uang Rp 12 juta kepada korban yang ditaruh di parit dekat TKP.
"Ketika mencari uang tersebut dan korban lengah, pelaku langsung mengambil satu batang kayu bulat kemudian dipukulkan ke bagian tengkuk/belakang kepala sebanyak 2 kali," terangnya.
"Karena merintih kesakitan dan khawatir terdengar oleh orang lain, pelaku kembali memukul korban di bagian rusuk/dada sebelah kiri," timpalnya.
Melihat korban tak berdaya, ER langsung mengambil 2 buah cincin dan 2 gelang emas korban serta 2 ponsel blacksenter, termasuk tasnya. Selanjutnya pelaku melarikan diri menggunakan motor.
Singkat cerita, korban kemudian ditemukan dalam kondisi membusuk setelah 1 minggu tanpa identitas di TKP, pada Kamis (27/8). Penemuan mayat ini sempat buat geger warga Kabupaten Bangka.
Anggota Polsek Mendo Barat, Polres Bangka diterjunkan ke lokasi. Identitas mayat wanita paruh baya itu akhirnya terungkap yakni MY yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang pijat/urut keliling.
Polisi bergerak melakukan penyelidikan. Pelakunya terungkap yakni ER, orang yang terakhir kali berkomunikasi atau bertemu dengan korban.
"Pelaku mengakui melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban. Ia ditangkap di rumahnya di Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang bersama Jatanras Polda Babel," sebutnya.
"Motifnya (ingin menguasai) merampas harta korban yakni dua gelang emas dan 2 cincin," tutup Kapolres.
Korban diduga tewas akibat pukulan kaya bulat. Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik dan autopsi.
